Erabaru.net. Di Jepang, pemalsuan adalah masalah yang lebih serius daripada meringkuk di penjara. Pada dasarnya, mereka yang tertangkap basah melakukan pemalsuan itu berarti masa depannya juga bisa dikatakan sudah berakhir.

Jepang adalah negara yang menekankan pada kesempurnaan, demikan juga dengan kualitas suatu produk, kualitas hidup, kualitas udara, lingkungan kesehatan, dan lebih menekankan pada integritas.

Masyarakat yang jujur

Tiket masuk seharga 800 yen (sekitar 100 ribu rupiah) saat jalan-jalan di taman laut biasa pada hari Minggu atau saat liburan. Namun taman tersebut memiliki sejumlah akses khusus untuk penyandang cacat, dan masyarakat pada umumnya tidak boleh keluar masuk akses jalan yang khusus di peruntukkan penyandang cacat . Pihak pengelola taman juga tidak menempatkan petugas penjaga taman.

Keamanan makanan

Masyarakat biasa Jepang tidak merasa mereka akan menyantap makanan yang tidak higienis di restoran. Resto BBQ di Osaka yang pernah menyebabkan 4 orang diare telah bangkrut, sementara bosnya dilarang membuka usaha di industri makanan.

Sistem kependudukan

Orang-orang nyaris tak percaya saat mengurus kependudukan di pemerintah kota, karena sangat simpel dan praktisnya.

Pasalnya petugas terkait cukup mengambil peta gambar dan memperbesar gambar setiap rumah penduduk, kemudian menyuruh warga bersangkutan menunjuk tempat tinggalnya, setelah itu kepengurusan penduduk pun dianggap selesai.

Salah seorang warga setempat terkejut dan bertanya kepada petugas bagaimana jika ada yang membuat pemalsuan, petugas itu pun memandangnya dengan tatapan yang sulit dipercaya, mengapa membuat pemalsuan?

Kalau begitu, bukankah dia tidak akan menerima bukti asuransi kesehatan dan informasi lainnya yang kami kirimkan ke alamatnya ?

Share

Video Popular