Erabaru.net. Seorang gadis remaja di Singapura menderita penyakit yang sangat langka, yang menjebaknya dalam tubuh bayi selamanya. Namun wanita muda yang inspiratif ini menjalani hidupnya untuk membuat orang tersenyum.

Sayangnya, dia meninggal hanya dua minggu sebelum ulang tahunnya yang kedelapan belas.

Teo Pei Shan, 17 tahun, lahir dengan penyakit Sanfilippo, penyakit yang sangat langka, yang membuat dia tidak dapat berjalan atau bernapas lega.

Penyakit ini juga menghambat pertumbuhannya, dan membuatnya tampak seperti bayi meskipun usianya 17 tahun.

(Foto : Facebook | Pei Shan Tabitha)

Dia juga mengalami banyak masalah kesehatan lainnya.

Menurut Newsner, ayahnya, Teo Qi Kuan berkata, “Setiap kali kami berpikir bahwa kami akan mengatasi satu rintangan, pukulan lain akan menimpa kami dan kami harus melalui roller coaster penderitaan dan emosi.”

(Foto : Facebook | Florence Chew)

Ibunya berhenti dari pekerjaannya untuk menjaganya, yang memberi tekanan pada situasi keuangan keluarga, karena mereka bergantung pada pekerjaan bergaji rendah Teo sebagai sopir taksi.

(Foto : Facebook | Florence Chew)

Pada usia tiga tahun, Pei Shan didiagnosis menderita sleep apnea obstruktif dan harus memakai masker oksigen sepanjang waktu, yang menarik perhatian dari orangtua lain kapan pun keluarga tersebut pergi keluar.

(Foto : Facebook | Florence Chew)

Terlepas dari tantangannya, Pei Shan berjuang dengan berani dan tetap bersikap positif. Dia bahkan belajar melukis dan memainkan piano.

Namun, dia meninggal pada bulan Juli 2016, setelah kesehatannya memburuk, hanya dua minggu sebelum dia berusia 18 tahun.

(Foto : Facebook | Florence Chew)

Guru piano Pei Shan mengatakan kepada The New Paper, “Dia menjalani hidupnya untuk membuat orang tersenyum. Dia juga sebuah berkah bagi saya, saya yakin dia ada di surga sekarang.”

(Foto : Facebook | Pei Shan Tabitha)

Direktur pemakaman yang membantu keluarga tersebut dalam pemakaman mengatakan, “Ada banyak simpatisan dan pendonor yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Tidak mudah bagi orangtua untuk bersedih hati terhadap anak mereka. Sebagai sesama orangtua, saya memahami mereka. Saya berharap pandangan positif Pei Shan dalam hidup akan menginspirasi mereka untuk maju.”

(Foto : Facebook | Florence Chew)

Banyak orang, bahkan beberapa selebriti, yang mengenal Pei Shan atau telah mendukung keluarga tersebut selama bertahun-tahun juga hadir dalam pemakaman tersebut.

(Foto : Facebook | Rare Disorders Society (Singapura))

Keluarga ini bersyukur atas dukungan yang luar biasa. “Dia anak semua orang,” kata ibunya.(iin/yant)

Sumber: goodtimes.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular