Erabaru.net. “Semua itu karena nasib.” Ini adalah kata yang pernah diucapkan Xiao Ping ketika itu, juga sepatah kata yang sering digunakan keluarganya untuk menggambarkan dirinya.

Usia Xiao Ping sekarang hampir menginjak kepala empat, punya dua orang anak, keluarganya terlilit hutang. Dia bekerja keras setiap hari, memakai pakaian dan makanan murah, hanya untuk menghemat lebih banyak uang.

Xiao Ping terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Sehingga aku tidak mengenalinya saat pertama kali bertemu dengannya, cukup lama aku mencarinya di stasiun kereta, sedangkan dia tampak berdiri tak jauh dariku.

Sampai kemudian dia memanggil namaku, aku baru menemukan bayangan yang tidak asing lagi dari guratan wajah wanita yang tampak tua di hadapanku ini.

Ilustrasi.

Sudah bertahun-tahun aku belum pernah melihatnya, setidaknya ada lima belas tahun lamanya. Karena saat dia pergi waktu itu, aku masih kecil, dan saat pulang ke kampung, aku sudah lulus kuliah.

Tapi aku pernah melihatnya dari foto keluarga, saat itu dia baru berusia 17 tahun dan cantik seperti bidadari. Kali ini dia pulang karena kakak perempuanku akan menikah, selain itu juga karena dia rindu sama keluarga.

Resepsi pernikahan diselenggarakan di salah satu hotel lokal terbaik, karena sedikit telat pulang ke rumah, Xiao Ping baru tiba tepat pada hari pernikahan kakakku, aku pun segera membawanya ke hotel untuk jamuan makan.

Saat itu pemilik hotel juga hadir dalam resepsi pernikahan kakakku dan melihat Xiao Ping.

Xiao Ping tampak tertegun beberapa waktu ketika melihat pemilik hotel, kemudian menundukkan kepala.

Ketika aku beranjak dewasa, aku sering mendengar beberapa orang tua yang membicarakan Xiao Ping.

Xiao Ping itu sangat cantik semasa mudanya, adalah gadis yang paling cantik di seluruh kampung ini!

Aku tidak ragu sedikit pun, dari fotonya yang baru berusia 17 tahun ketika itu memamg terlihat sangat cantik-menarik.

Share

Video Popular