Erabaru.net. Entah ada apa dengan Ibu mertua baru-baru ini, tiba-tiba saja membelikan cemilan, mainan untuk anak perempuanku, bahkan sampai menginap sepekan lamanya.

Asal tahu saja, dialah yang bersikeras menentang pernikahan kami ketika itu. Dan dia baru setuju karena kekerasan hati istriku saat itu.

Meskipun setuju, tapi dia tidak begitu senang melihatku, dia merasa sosok orang sepertiku tidak punya masa depan yang cerah.

Setelah menikah, dia selalu pasang muka cemberut, apalagi saat istriku melahirkan anak perempuan, tidak pernah sekali pun dia datang menjenguk.

Ilustrasi. (Internet)

Sampai setelah aku dipromosikan dan mendapat kenaikan gaji di perusahaan, perlahan-lahan baru ada silaturahmi.

Aku bisa memaklumi dengan suasana hati mereka, karena bagaimana pun ibu mertua selalu lebih mengutamakan anak laki-laki daripada anak perempuan.

Jika bukan karena istriku yang bersikeras, kami juga tidak bisa bersama sekarang, jadi saat kondisi ekonomi keluarga berangsur-angsur membaik, istriku selalu mengirim lima ratus ribu – satu juta rupiah setiap bulan untuk ibunya atau ibu mertuaku.

Kami juga selalu memberi hadiah atau uang setiap saat hari raya, dan aku tahu semua ini, tapi diam saja. Karena bagaimana pun istriku juga sangat berbakti pada kedua orangtuaku di rumah.

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular