Asisten Behring bergumam, “Mungkinkah ini jebakan? Mungkin mereka ingin mengancam atau memeras kita? ”

Behring mengabaikan asistennya dan dengan cepat pergi ke Kata Street.

Ketika mereka tiba, seorang anak laki-laki yang jubah berjalan ke arah mereka dan di tangan kecilnya ada dompet Behring yang hilang.

Asisten Behring cepat menyambar dompet dan menghitung uangnya di dalamnya. Dia terkejut bahwa tidak ada satu lembar pun yang hilang.

“Pak, bisakah saya meminta sedikit uang?” Anak laki-laki itu berkata dengan malu-malu.

Setelah mendengar kata-kata itu, asisten Behring tertawa: “Begini, saya tahu itu …” Sebelum asistenya menyelesaikan kalimatnya, Behring menyelanya, sambil tersenyum bertanya, “Berapa yang kamu inginkan?”

“Hanya satu dollar pak!” Anak laki-laki itu menjawab dengan malu-malu.

“Saya telah lama mencari telepon umum dan ketika akhirnya menemukannya, saya tidak memiliki uang jadi saya harus meminjam satu dollar dari pemilik toko untuk menelepon. Sekarang saya butuh uang itu untuk mengembalikan uang pemilik toko,” katanya.

Setelah mendengar penjelasan anak laki-laki itu, asisten Behring merasa malu pada dirinya sendiri.

Behring begitu tersentuh sehingga ia memeluk anak itu.

Setelah kejadian itu, Behring mengubah rencana amal yang sudah ada. Behring menginvestasikan uangnya di beberapa sekolah di Berkeley dan tujuan sekolah ini adalah untuk mendidik anak-anak yang tinggal di daerah kumuh itu.

Saat  upacara pembukaan, Behring mengatakan: “Kita tidak boleh berasumsi bahwa setiap orang di luar sana serakah atau egois. Kita perlu memberi ruang dan memberi setiap orang kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka memiliki hati yang murni dan baik hati. Orang-orang dengan jiwa-jiwa semacam ini layak diinvestasikan .” (yant)

Sumber: en.goodtimes.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular