Erabaru.net. Kim Yuna, seorang gadis asal Korea Selatan datang ke Amerika Serikat pada usia 19 tahun untuk memperdalam bahasa Inggris dan Spanyol, bercita-cita menjadi seorang pramugari ini bernasib tragis.

Pada tahun 2014, dia meninggalkan kampung halamannya Pulau Jeju, Korea Selatan untuk melanjutkan studinya di Tri-City Christian Academy, Arizona. Amerika Serikat.

Pada Januari 2016 lalu, Yuna bersama adik sepupu dan saudara perempuannya mengalami kecelakaan lalu lintas.

Di sebuah persimpangan, mobil yang dikendarai sepupunya bertabrakan dengan kendaraan lain.

Adik sepupu dan saudara perempuannya mengalami patah kaki, sementara naas bagi Yuna yang duduk di kursi belakang, ia terluka parah dan dinyatakan meninggal tiga hari kemudian karena kematian otak.

Orangtua Yuna yang mendapat kabar buruk itu pun menangis pilu, dan memutuskan membantu pasien lain yang kritis untuk mendapatkan kehidupan baru melalui mendiang putrinya—Menyumbangkan seluruh organ Yuna.

Menurut mereka itu adalah salah satu cara untuk memperpanjang hidup Yuna.

Dalam sebulan, tujuh pasien mendapat sumbangan jantung Yuna dan organ vital lainnya, sementara dua puluh pasien lainnya mendapatkan kulit dan jaringan tubuh Yuna.

Meski berat, namun mengetahui fakta ada orang-orang yang menemukan hidup baru berkat organ tubuh anaknya membuat orangtua Yuna tak merasa menyesal.

Berkat sumbangan Yuna, 27 pasien pun mendapatkan kembali kehidupan mereka.

Sampai sekarang, keluarga Yuna masih sangat merindukan putrinya.

“Dia meninggalkan organnya di dunia, tapi jiwanya adalah peri yang berbahagia dalam kedamaian di alam sana,” kata tante Yuna.

Sejatinya, setiap orang bisa menjadi malaikat bagi orang lain, bahkan ketika telah meninggal.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular