Erabaru.net. Orang bilang hal tersulit yang dialami orang tua adalah kehilangan anak. Tapi juga sangat sulit untuk menghadapi orang yang bertanggung jawab atas kematian mereka.

Tapi itulah yang dilakukan Abdul Munim Sombat Jitmoud, dari St. Louis, di pengadilan, menghadapi seorang pria yang terlibat dalam pembunuhan anaknya dua tahun lalu. Tapi Jitmoud melakukan sesuatu yang membuat semua orang di pengadilan tertegun.

Saat itu tahun 2015.

Salahuddin Jitmoud tinggal di Lexington, Kentucky.

Salahuddin bermimpi untuk menjadi aktor, tapi untuk membayar tagihannya, dia bekerja sebagai petugas pengiriman Pizza Hut setempat.

Pada tanggal 19 April, Salahuddin mengatakan kepada orangtuanya bahwa dia memiliki satu pengiriman terakhir untuk dilakukan malam itu, dan kemudian dia akan kembali ke rumah. Salahuddin berangkat untuk mengantarkan pizza ke sebuah kompleks apartemen.

Tapi , dia tidak pernah sampai di rumah.

Saat dia tiba dengan makanan tersebut, Salahuddin dirampok dan ditikam sampai tewas. Dia Tewas karena luka-lukanya.

Salahuddin baru berusia 22 tahun.

Keluarga dan teman Salahuddin, dan seluruh komunitasnya, meratapi kematiannya yang mengejutkan itu. Kelas aktingnya membuat sebuah video penghormatan, dengan pemilik studio tersebut menggambarkan Salahuddin sebagai “Seorang pemuda baik hati, penyayang, pendiam dan sederhana yang memiliki semangat di dalam dirinya.”

Mereka awalnya tidak menemukan tersangka dalam pembunuhan tersebut. Tapi segera, keadilan ditegakkan saat tiga penangkapan dilakukan.

Share

Video Popular