Erabaru.net. Seorang pemasar profesional muda dari Bangalore, India ini, telah bekerja dengan berbagai organisasi dalam beberapa tahun terakhir.

Terlahir dengan kepribadian yang penuh rasa ingin tahu, dia tidak hanya mendapat kesempatan untuk mengerjakan banyak proyek inovatif namun juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dasar dirinya sendiri.

Berbicara dengan NTD India, dia menceritakan bagaimana latihan spiritual Falun Dafa telah membentuk kehidupan pribadinya maupun kehidupan profesionalnya.

(Credit: Veeresh/NTD)

Masa kanak-kanak adalah masa terindah dalam kehidupan seseorang. Namun, jika orang tua Anda tidak ada di sisi dan Anda tinggal tanpa mereka di dunia, masa-masa itu juga bisa menjadi salah satu tahap kehidupan yang paling menantang.

Inilah yang dialami Bharath S. Valecha selama masa kecilnya.

“Orang tua saya sibuk bertahan dan mengatasi keadaan keluarga yang sulit,” kata Bharath kepada NTD India.

“Saya menghabiskan sebagian besar waktu dengan nenek yang sangat spiritual. Dia sering menceritakan kisah-kisah besar dari mitologi India.”

(Kredit: Bharath S. Valecha)

Suatu hari di tahun 2001, neneknya berkesempatan untuk menghadiri seminar di Bangalore tentang latihan spiritual yang disebut Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) – sebuah latihan meditasi kuno yang didasarkan pada prinsip universal “Sejati-Baik-Sabar” yang hanya terdiri dari lima latihan sederhana.

Setelah memperoleh manfaat dari sistem meditasi ini, nenek tercintanya juga mengajak dia serta saudara perempuannya untuk mencobanya.

“Nenek selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam kehidupan untuk kami. Dia selalu mengambil yang terbaik dari segala hal dan menyerahkannya kepada kami, berharap agar kami bisa menjadi individu yang hebat dalam hidup ini. Saya berusia 11 tahun saat pertama kali mengetahui tentang Falun Dafa,” kata Bharath.

Orang-orang sedang melakukan latihan meditasi duduk Falun Dafa. (Kredit: Minghui.org)

Saudara-saudaranya juga belajar dan berlatih Falun Gong; Tapi setelah beberapa waktu, Bharath tidak melanjutkan rutinitas meditasi hariannya dan berhenti berlatih Falun Gong.

Bharath menceritakan bahwa saat dia bersekolah, dia temperamental dan sering bertengkar.

“Suatu hari saat upacara pagi di sekolah, seorang siswa terang-terangan mengolok-olok saya, kemudian saya memukulinya dengan brutal dan bahkan merobek bajunya di depan semua orang,” kenangnya.

Dia telah mendengar banyak kisah moral dari neneknya, yang memberitahunya tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Bharath menceritakan bagaimana insiden perkelahian saat upacara itu membawa dampak besar pada dirinya saat kecil.

Dia berkata, “Saya berusaha menjadi anak yang baik, dan kejadian itu tetap terjadi meski saya menganggap diri saya baik dan membaca banyak buku spiritual maupun banyak mendengar ajaran moralitas.“

“Sekarang, ketika saya merenungkan peristiwa itu kembali, saya menyadari bahwa kita selalu diberitahu untuk menjadi baik-tapi tidak pernah diajarkan tentang bagaimana menaklukkan diri kita sendiri; Semua kisah moral mengajarkan tentang bagaimana berbuat baik, bagaimana menjadi baik terhadap orang lain, tapi tidak memberitahu kita cara supaya kita bisa menaklukkan diri sendiri,” katanya.


(Kredit: Bharath S. Valecha)

Dia berkata, “Saya melakukannya dengan baik sebagai siswa. Saya biasa menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari pengetahuan tentang hal-hal lebih besar seperti alam semesta, agama, masa depan umat manusia, serta tubuh manusia, yang semua itu bahkan tidak pernah diajarkan dalam sistem pendidikan formal di India. Saya memiliki banyak pertanyaan tentang kehidupan, Tuhan, sains dan ruang waktu, juga kehidupan saya sebagai anak muda, yang sulit untuk dipahami. Saya adalah seorang kutu buku yang suka mencari jawaban di banyak buku lainnya.”

Dengan dorongan saudaranya, setelah 8 tahun, Bharath mempelajari Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa.


Bharath mempelajari Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa. (Kredit: Veeresh / NTD)

Dia berkata, “Saat itu saya sedang mengejar gelar dalam jurusan Teknik Elektronika dan Komunikasi, ketika saya membaca buku Zhuan Falun sebelum Tahun Baru 2009, saya menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang saya miliki tentang kehidupan, Tuhan, sains, ruang waktu, dan segalanya. Akhirnya saya menemukan apa yang selama ini saya cari. Setelah ini saya tidak pernah melihat lagi ke masa lalu dan hanya ingin mempelajari satu hal ini saja dalam hal spritual.”

Share

Video Popular