Erabaru.net. Abby Beckley, 28, menemukan bahwa matanya tidak nyaman dan menurutnya bulut matanya rontok. Tapi itu adalah sesuatu yang tak terduga bahwa cacing transparan sepanjang hampir 1,5 cm berada di matanya selama ini.

“Saya melihatnya dan dia masih bergerak,” kata Beckley. Cacing itu mati dalam waktu lima menit setelah ditarik keluar dari matanya.

Beckley sebenarnya telah mencoba menarik keluar ‘benda’ yang menyebabkan matanya tidak nyaman tidak satu atau dua kali tapi 14 kali.

Beckley mengira cacing itu mulai hidup di matanya sejak ia bekerja di kapal nelayan.

(Foto: portlandtribune.com)

“Ini adalah kesebelas kalinya manusia terinfeksi cacing di Amerika Utara,” kata Richard Bradbury, penulis utama studi kasus Beckley.

Namun, menurut Richard, yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa cacing itu adalah spesies yang belum pernah menyerang manusia sebelumnya. Ini adalah cacing pada sapi yang telah berpindah tempat pada manusia.

Beckley adalah wanita yang menyukai kegiatan di luar ruangan dan ia tumbuh besar di Oregon. Dia dibesarkan di sebuah kediaman yang terletak di ladang dan dikelilingi oleh kuda dan sapi.

Beckley ingin melakukan perjalanan dan ketika dia mendapat tawaran untuk bekerja di kapal nelayan komersial di Craig, Alaska, dia tidak melewatkan kesempatan itu.

Setelah beberapa minggu bekerja, ia mulai merasakan gejalanya. Beckley mengingat kejadian yang terjadi padanya:

“Mata kiri saya mengalami iritasi dan merah, dan kelopak mata saya seperti tidak bertenaga. Saya juga terkena migrain dan saya berpikir ‘apa yang terjadi?’ ”

Dia menanggung rasa sakit selama lima hari dan ketika dia kembali ke pelabuhan, dia mengambil cermin dan memeriksa matanya lebih dekat. Apa yang ditemukannya sangat mengejutkan.

“Aku menarik bagian bawah mataku dan mendapati kulitku terlihat aneh di atasnya. Jadi, saya meletakkan jari saya dan mencoba untuk menarik keluar dan seekor cacing keluar! ”

“Saya benar-benar terkejut,” katanya. “Saya bertemu dengan seorang teman dan berkata, ‘Anda perlu melihat ini. Aku baru saja mengeluarkan cacing dari mataku! ”

Beckley mengira itu adalah cacing salmon dan mencari kasus yang sama di internet. Tapi dia tidak menemukan apa-apa. Dia menemui dokter dan spesialis mata tapi itu tidak membantu.

Menurut Beckley, dokter belum pernah melihat hal seperti ini. Dia menambahkan bahwa pada saat yang sama ia mengeluarkan empat cacing lagi dari matanya dan cacing-cacingnya masih bergerak.

Keluarga dan teman-temannya menyarankan Beckley untuk menemui dokter di Oregon Health and University of Science di Portland untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Beberapa dokter memeriksa mata saya dan awalnya mereka agak curiga seperti ‘siapa yang datang dan mengklaim ada cacing di matanya?'”

“Saya berkata dalam hati, ‘cacing , tolong keluar,’ karena kadang cacing itu akan bergerak di belakang mata saya dan di bawah kelopak mata dan Anda tidak dapat melihat atau merasakannya lagi.”

Akhirnya cacing itu muncul setelah setengah jam.

(Foto: news.nationalgeographic.com)

“Saya merasa ada sesuatu yang melintasi mata saya dan saya memberi tahu para dokter, ‘Anda perlu melihat ini sekarang!’ Kata Beckley. “Saya tidak akan melupakan ekspresi wajah para dokter saat mereka melihat cacing-cacing itu bergerak melintasi mata saya,” tambahnya.

Beberapa cacing dikeluarkan dari matanya dan dikirim ke Centers for Disease Control (CDC) untuk diteliti.

Beckley juga menjalani tes penglihatan dan mata di universitas dan mendapati bahwa penglihatannya masih bagus. Di rumah, dia masih berusaha mengeluarkan cacing dari matanya.

Beckley sangat khawatir dengan situasi ini karena cacing itu dekat dengan otak dan matanya. Ia juga berusaha menghindari tempat gelap karena khawatir cacing itu akan merusak penglihatannya.

Meski begitu, Beckley merasa sedikit lega setelah dokter menjelaskan kepadanya bahwa cacing itu hanya ada di sekitar matanya.

Tampaknya CDC berhadapan dengan misteri medis. Sebagian besar kasus infeksi cacing pada mata manusia terjadi di daerah pedalaman dimana banyak lalat terbang kesana kemari. Beckley tidak mengatakan jika ada lalat yang diapit oleh matanya.

Periset menemukan bahwa cacing itu adalah spesies yang disebut ‘Thelazia gulosa’ dan tidak pernah terlihat di mata manusia. Kemungkinan Beckley mendapat infeksi saat berada di kampung halamannya sebelum pergi ke Alaska.

Dokter tersebut tidak memperlakukan Beckley dengan obat anti-parasit untuk menghindari efek buruk yang disebabkan oleh cacing mati yang tertinggal di matanya. Dia diberitahu untuk mengawasi matanya dan mengeluarkan cacing yang ditemuinya.

20 hari setelah ia menemukan cacing pertama, akhirnya ia mengeluarkan cacing terakhir. Syukurlah, penglihatannya masih sama dan tidak ada efek samping yang menimpanya.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular