Erabaru.net. Seorang pemuda dari generasi kedua yang kaya mengendarai mobilnya dan berhenti di rambu lampu lalu lintas di persimpangan jalan.

Kebetulan pada saat itu, seorang pengemis mendekati dan mengetuk kaca jendela mobilnya dan berkata sambil menjulurkan tangannya : “Tolong beri sedikit uang pak !”

Pemuda kaya : “Saya beri kamu sebatang rokok saja, saya punya rokok luar negeri !”

Pengemis : “Saya tidak merokok, beri saya uang saja!”

Pemuda kaya : “Bagaimana kalau saya kasih sekaleng bir mahal saja !”

Pengemis : “Saya tidak minum, tolong beri uang saja !”

Pemuda kaya itu berkata lagi : “Kalau begitu, begini saja, saya akan mengajakmu ke casino, kamu yang berjudi untuk saya. Menangnya untukmu, kalau kalah aku yang tanggung, bagaimana ?”

Pengemis : “Saya tidak bisa judi, beri saya uang saja !”

Pemuda kaya : “Hmmm…begini saja, saya akan mengajakmu ke panti pijat, nikmati sejenak pijatan lembut dari jari jemari halus wanita cantik-sexy, semua biayanya saya yang tanggung !”

Pengemis : “Saya tidak m*****r, beri saya uang saja !”

Pemuda kaya itu pun dengan tak berdaya menatap si pengemis : “Kalau begitu, kamu naiklah ke mobilku, saya akan membawamu ke rumah, supaya istriku bisa meliha-lihat sosok orang sepertimu.”

“Seseorang pria baik-baik yang punya 4 pantangan yakni : Tidak merokok, tidak minum minuman keras, tidak berjudi, juga tidak m*****r, tapi kok bisa seperti ini hidupnya…menjadi “Pengemis” , salah siapa…?

Mendengar itu, si pengemis pun pergi dengan wajah suram.

Kesempatan, seringkali karena dicampakkan oleh dirimu sendiri ………… Saat bertemu dengan kesempatan emas (mengubah nasib buruk), kamu harus segera mencengkramnya, baru tidak akan menyesal.

Sederetan kalimat ini meresap sampai ke ulu hati :

1. Mereka yang tidak bekerja keras, hanya ada dua akhir dari perjalanan hidupnya, puntung rokok yang tak pernah habis dihisap dan pekerjaan fisik yang tiada henti ; Sementara itu, kaum wanita yang tidak bekerja keras juga akan menemui dua akhir dari roda hidupnya, busana kaki lima yang tak pernah habis dipakai dan jalan-jalan yang tak berujung di pasar. (Belajarlah berjuang/bekerja keras kalau tak ingin seperti ini nasibnya).

2. Jangan berharap bantuan keuangan apa pun dari orang lain, asal tahu dan jujur saja, uang itu tak pernah cukup bagi siapa pun.

Seseorang yang memiliki penghasilan 20 juta rupiah masih berkeinginan melakukan pekerjaan yang menghasilkan 40 juta rupiah, begitu juga dengan mereka yang memiliki penghasilan 40 juta rupiah ingin meraup lagi penghasilan 80 juta rupiah dan seterusnya sampai ajal menjemput. (Belajarlah untuk selalu bersyukur, tidak perlu serakah).

3. Teman yang mau membantumu itu adalah hal yang baik, adalah etika moral ; sebaliknya kalau teman tidak membantumu, jangan juga menyalahkannya, apalagi sampai benci dan mendendam ! (Belajarlah untuk mengerti)

4. Harus Anda sadari bahwa tidak ada seorang pun yang harus-mutlak membantumu saat kamu terdesak, hanya dirimu yang bisa membantumu, jadi belajarlah mandiri, dan menjadi sosok orang yang tegar, inilah yang harus kamu lakukan, bagaimanapun juga, hanya diri kita yang akan sehidup semati bersama seiring dengan diri kita sendiri. (Belajar menjadi sosok pribadi yang tegar).

5. Jangan menilai kaya atau miskin dalam berteman, meski dia memiliki harta segunung juga tidak ada hubungannya sedikit pun denganmu.

Jangan membuat diri Anda terlihat seperti seekor a****g yang selalu mengekor dari belakang (kiasan untuk sosok orang yang bisanya hanya menjilat, menyanjung orang lain untuk keuntungan pribadi-tidak punya pendirian)

Sementara temanmu yang sederhana, dia mungkin tidak memiliki apa-apa, tapi ikhlas memberi satu-satunya roti untukmu! (Belajar membedakan).

Ilustrasi. (Internet)

6. Jangan sampai menjauhkan teman-teman yang kaya secara spiritual demi seorang teman yang kaya raya secara ekonomi.

Perlahan-lahan kamu akan mengerti, bahwa teman-teman yang kaya secara ekonomi bisa mengajakmu bersenang-senang, berfoya-foya menikmati kesenangan duniawi, tapi juga bisa membawamu dalam kerisauan duniawi yang kacau dan kompleks.

Sementara teman-teman yang kaya secara spiritual mungkin hanya bisa mengajakmu ke ladang, sungai, tidak ada (minuman) anggur yang nikmat, tidak ada sampanye, kopi, tidak ada lantai dansa, tapi dia bisa berlari seiring bersamamu, tertawa bersama dalam keceriaan seperti seorang bocah yang polos-naif! (Belajar menghargai diri sendiri).

7. Anda boleh percaya bahwa di dunia ini memang ada cinta yang indah-setia, tapi jangan terlalu berharap hal yang sangat romantis dan memabukkan itu akan terjadi pada diri Anda, karena itu hanya akan terjadi dalam drama cinta romantis “The Cowherd and the Weaver Girl – (Kisah Niu Lang ( Si Gembala ) dan Zhi Nu (Si Gadis Penenun ) atau Romeo dan Juliet.

Karena hidup mereka singkat, tidak seperti kita yang mengarungi hari demi hari dalam waktu yang cukup panjang ! (Belajar menghargai belahan jiwa masing-masing).

8. Tidak peduli apa pun alasan Anda menikah, selama Anda sudah memiliki anak, maka Anda harus mencintai segenap keluarga ini, tidak peduli seberapa sederhana dan pahitnya hidup, Anda punya kewajiban untuk membuatnya hangat, karena Anda adalah orangtua (Ayah-ibu) ! (Belajar memikul tanggung jawab).

9. Masa remaja kita akan sirna dalam sekejap mata, kerutan demi kerutan merayap di sudut-sudut mata, kita tidak bisa menghentikan waktu (usia) yang menghancurkan penampilan kita, tapi kita bisa mengasah hati/pikiran kita dari masa ke masa seiring bertambahnya usia, seperti pasir dalam kerang, yang perlahan-lahan mengkilap-gemerlap.

Dan saat kita menua, melangkah dengan tertatih-tatih, kita masih bisa membuat perjalanan terakhir dalam temaran kilau mutiara yang samar-samar! (Belajar untuk tumbuh dalam kedewasaan).

Ada banyak hal yang bisa dipertahakan dalam kehidupan ini, tapi harus menemukan arah yang benar, jangan sampai ketekunan kita menjadi batu sandungan dalam perjalanan hidup kita sendiri ! (jhn/yant)

Sumber: happies.life

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular