Erabaru.net. Seorang bayi perempuan berusia 14 bulan, Alice, dari Inggris dikatakan sebagai gadis kecil paling beruntung di dunia. Dia didiagnosis dengan kondisi yang mengancam jiwa namun tidak dapat pulih dari penyakitnya. Namun, sebuah keajaiban terjadi saat dia berada di ambang kematian!

Ketika dirawat di rumah sakit, dia didiagnosis menderita meningitis serebrospinal epidemik. Seiring berjalannya waktu kondisinya terus memburuk dan menyebabkan dia mengalami stroke, septikemia, gagal ginjal dan komplikasi serius lainnya.

Dokter dibuat tak berdaya dengan kondisi Alice yang memburuk dan dia hanya bisa mengandalkan mesin ventilator untuk membuatnya tetap hidup.

Beberapa bulan kemudian, dokter mengambil keputusan dan mengatakan bahwa penyakit Alice berada di luar jangkaun pengobatan modern dan menyarankan anggota keluarga Alice untuk melepas dukungan hidup Alice untuk menghentikan penderitaannya.

Setelah mendengar saran dokter, keluarga Alice yang berlinang air mata dengan sedih berkumpul di sekelilingnya untuk mengucapkan selamat tinggal padanya.

Setelah dokter mematikan alat pendukungan hidupnya, ibu Alice dengan lembut mengangkat Alice untuk mencium putrinya yang kecil untuk terakhir kalinya.

Namun, mereka terkejut, sebuah keajaiban terjadi! Alice tiba-tiba mulai bernapas sendiri! Para dokter yang hadir saat itu juga terkejut dengan keajaiban itu!

Dua tahun berlalu dan anak cantik ini dengan pipi kemerahan, penampilan yang semarak dan senyum cemerlang akhirnya sempat syuting pemotretan keluarga.

Setelah siksaan dengan meningitis serebrospinal epidemik, dia ditinggalkan dengan serangkaian gejala sisa.

Alice tidak bisa mengonsumsi makanan padat sehingga dia harus diberi makan makanan cair melalui tabung makanan, pertumbuhan kakinya tidak seimbang, ucapannya terganggu tapi ini tidak menghalanginya untuk bergerak.

Sekarang, Alice terdaftar di taman kanak-kanak dan menjalani hidupnya seperti anak-anak lain seusianya.

Suatu hari, Alice tiba-tiba mengucapkan kata pertamanya: “Ibu!” Ibu Alice sangat senang dan air mata mengalir di pipinya saat dia mendengar kata pertama Alice.

Ibu Alice berkata: “Setiap malam saat anak perempuan saya akan tidur, saya selalu memikirkan kebahagiaan kita untuk bersama. Apalagi saat akhirnya dia memanggilku ‘Mummy’! “. Jelas, cinta seorang ibu tidak mengenal batas.

Mungkin, cinta dan doanya yang tanpa akhir adalah membantu Alice untuk terus berjalan dan bertahan dari penderitaan.

Setelah membaca artikel ini, kita tidak bisa tidak merasakan kebesaran cinta ibu. Mari kita berharap Alice kecil dan keluarganya akan menjalani hidup bahagia bersama!(yant)

Sumber: http://en.goodtimes.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share

Video Popular