Erabaru.net. Saat suaminya pulang kerja dan istrinya sedang sibuk menyiapkan makan malam, sang istri pun langsung menyuruhnya untuk cuci tangan sambil membawa hidangan ke meja makan.

Saat keduanya mulai menikmati makan malamnya, suaminya tiba-tiba berkata : “Bos-ku sekarang punya istri muda yang cantik, dengar-dengar katanya hubungan dengan istrinya sudah dingin tidak sehangat dulu lagi, jadi si bos pun mencari istri muda. Kalau dipikir-pikir benar juga sih, suami mana yang tidak bosan setiap hari disuguhkan dengan menu yang itu-itu juga?”

Istrinya jelas tahu mendengar gerutu dan sindiran suaminya, kemudian dia menghentikan makannya dan berkata : “Jika suatu hari nanti, ada seorang gadis cantik mengajakmu nonton bioskop, dan apabila kamu juga tertarik dengan ajakannya, maka tolong kamu memintanya bantu mengurus anak kita, biar aku yang mentraktirmu nonton, gimana menurutmu ?”

Suaminya terdiam mendengar ucapan istrinya.

Istrinya berkata lagi : “Jika suatu hari nanti kebetulan kamu melihat seorang wanita dengan busana modis dan polesan make-up yang cantik dan sangat kamu kagumi, kemudian kamu membandingkannya dengan istrimu sendiri dan merasa tidak menarik lagi,

“..coba kamu tanyakan kepadanya berapa biaya bulanan untuk perawatan kulit, tubuh yang tetap sintal-sexy dan busana modisnya itu, kemudian kamu siapkan biayanya setiap bulan untukku, dan aku juga bisa seperti wanita yang kamu idamkan.”

Suaminya diam lagi tidak tahu apa yang harus dikatakan.

Istrinya menambahkan : “Jika kamu juga ingin punya simpanan wanita cantik seperti bos-mu, tergoda dan ingin menikahinya, maka aku akan pindah bersama anakku, supaya kamu dan dia bisa tinggal di rumah ini untuk mengurus ibu-mu, tapi harus tetap bersama selama lima tahun, kita lihat dan buktikan saja apakah dia sanggup bertahan.”

Suaminya yang terdiam tidak berani bersuara dari tadi kemudian dengan agak ciut berkata : “Aku hanya bercanda … …”

Istrinya menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata : “Nanti, saat liburan Tahun Baru kamu lewati bersamanya, sementara saat hari Valentine atau apa-lah itu, aku yang akan lewati bersamamu ; dan dia yang sembahyang saat sembahyang leluhur, sedangkan untuk acara nonton bioskop atau hiburan lainnya, biarlah aku yang temani.

“Paling bagus lagi kalau dia bersedia mengurus anak kita, dengan begitu kita bisa bersenang-senang sepuasnya. Dan aku juga bisa jalan-jalan ke luar negeri kalau saja tidak perlu menyisihkan uang untuk orangtua, bersenang-senang sepuasnya menikmati hidup yang nyaman tanpa beban, dan betapa nyamannya hidup seperti ini, bukan.”

Mendengar ucapan istrinya yang bertubi-tubi, sontak saja suaminya pun terkejut sampai sendok makannya terjatuh, lalu dia berkata dengan bibir bergetar, “Siapa yang mau kalau syaratnya seperti itu?”

“Benar ! Yang kamu butuhkan bukan wanita simpanan, tapi pembantu untuk berbagi tugas rumah tangga yang berat, dengan begitu aku punya waktu lebih untuk bersenang-senang bersamamu.

“Jika kamu sanggup, maka aku adalah kekasih seumur hidupmu. Sebaliknya jika tidak sanggup, maka otomatis aku pun hanya bisa menjadi seorang ibu rumah tangga, menjadi sapi perah seumur hidup untuk keluarga ini” kata isterinya.

Suaminya yang tak mau kalah pun bertanya : “Bagaimana kalau kamu selingkuh?”

Isterinya pun sontak tertawa melihat ekspresi tegang suaminya : “Dalam hal ini aku bisa menegaskan dengan pasti kepadamu, bahwa aku hanya akan mengabdi sepanjang hayat untuk sekeluarga ini, dan cukup sekali seumur hidup, jika aku berselingkuh juga hanya akan bersahabat dengan teman pria, tidak akan sampai menikah.”

Suaminya seketika memeluk istrinya dan berkata keras : “Tidak! Tidak akan pernah, kita harus menjadi tua bersama sampai kakek-nenek! Istriku yang setia, mulai detik ini, aku tidak akan pernah lagi mengatakan hal-hal yang bodoh.”

Wahai para pria yang terhormat, jangan pernah berpikir istri orang lain itu lebih baik dari istrimu, karena bagaimana pun juga dia bukan istrimu, katakanlah jika memang dia itu istrimu, kamu juga tidak akan merasa baik.

Hargai dan sayangilah istrimu sekarang, dalam mahligai rumah tangga, dimana jika kedua belah pihak bisa saling menghargai, menghormati, memahami atau bahkan bersedia sedikit lebih banyak berkorban, sedikit mengeluh, maka pertengkaran dan ketidak-puasan itu pun bisa dihindarkan.

Kebahagiaan semacam ini, sebenarnya tidaklah sulit, asal bisa saling menghargai dan selalu ingat dengan suka-duka dan lika-liku hidup yang telah dan pernah dilalui bersama. (jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Share
Tag: Kategori: KELUARGA PARENTING

Video Popular