- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pacarku yang Sakit Serius Memintaku untuk Meninggalkannya, Tapi Kutolak, Sampai Suatu Hari Aku Melihat Sebuah Catatan di Tempat Tidurnya yang Membuatku Harus Meninggalkannya

Erabaru.net. Orangtuaku selalu bilang aku adalah wanita yang kurang beruntung, karena aku harus menghadapi sebuah pilihan ketika Ivan, tunanganku jatuh sakit dan kritis.

Saat itu, orangtuaku memintaku untuk mempertimbangkannya dengan baik, jangan sampai menyesal jika tetap ingin merawat tunanganku. Karena itu adalah jalan pilihanku sendiri, jangan sampai kemudian menyesalinya, sehingga akan menjadi bahan pergunjingan orang-orang.

[1]
Ilustrasi.(Internet)

Pada saat itu, aku bertekat untuk merawatnya, karena cinta diantara kami sudah sangat mendalam, jadi bagaimana mungkin aku meninggalkannya di saat dia jatuh sakit dan dalam kondisi kritis ?

Selama aku merawatnya, kata-kata yang sering kudengar dari Ivan adalah memintaku untuk segera meninggalkannya, dia beralasan tak ingin menyusahkan dan merepotkanku.

Bahkan dia juga meminta kepada orangtuanya, atau kakak dan anggota keluarganya untuk membujukku agar memandang jauh ke depan, karena aku masih muda dan punya masa depan yang panjang, kelak pasti akan menyesal jika terus berkorban untuknya.

Namun, pada saat itu, dengan teguh aku berkata, bahwa jika aku pergi meninggalkannya begitu saja , mungkin aku tidak akan merasa terbebani, mungkin aku akan menemukan (calon) lain dari keluarga yang lebih baik, dan mungkin akan menjalani kehidupan rumah tangga yang lebih bahagia, tapi mungkin juga aku akan tertekan sepanjang hidupku.

Karena batinku pasti akan tersiksa, meninggalkannya dengan tega di saat dia terbaring lemah tak berdaya di ranjang pasien, jadi mustahil aku mengambil keputusan seperti itu.

Karena itu, aku pun bersumpah tidak akan pernah meninggalkannya, tidak peduli apa pun yang dilakukannya untuk memaksaku pergi darinya. Aku tetap harus bertahan.

Suatu hari, seusai membeli makan siang dan kembali ke kamarnya, tampak Ivan masih tidur, dan ketika hedak membangungkannya, aku melihat sebuah catatan di tempat tidurnya, dan melihat nama seorang perempuan dibalik catatan itu.

[2]
Ilustrasi.(Internet)

Hanna, demikian nama wanita di catatannya dan dipenuhi dengan gambar hati. Saat itu juga aku pun menangis sedih, karena nama yang terukir dalam catatannya itu adalah mantan pacarnya, bukan namaku.

Ivan terbangun mendengar isak tangisku, dan seketika merebut catatannya dari tanganku dengan ekspresi panik.

Sementara aku langsung berlari keluar sambil menangis sedih, karena saat kami pacaran, wanita itulah yang selalu menjadi pemicu pertengkaran kami, karena Ivan selalu membelanya, dan tak disangka saat jatuh sakit juga ternyata Ivan masih memikirkan wanita itu.

Jadi aku pun memilih untuk pergi, karena aku benar-benar sangat sedih melihat kenyataan itu, aku juga tak menyangka tunanganku sosok orang seperti itu.

Tiga bulan kemudian, kakak perempuan Ivan baru menceritakan kepadaku sambil menangis bahwa Ivan sudah pergi untuk selama-lamanya.

Kakak perempuan Ivan mengatakan kepadaku bahwa bagaimana pun juga dia harus menceritakan satu hal, meski bertentangan dengan pesan Ivan semasa hidup.

[3]
Ilustrasi.(Internet)

Dia menuturkan bahwa nama Hanna yang terukir dalam catatannya itu memang sengaja ditulisnya, karena hanya dengan cara itu baru bisa menyakiti perasaannku dan membuat aku pergi meninggalkannya.

Setelah mendengar cerita kakaknya, aku pun duduk termenung di kursi di kantor, dan saat itu banyak rekan-rekan kantor yang kasak-kusuk membicarakan tentang diriku, tetapi aku merasa seperti berada di dunia lain ketika itu, aku diam dalam keheningan dan terpaku, segenap diriku pun terasa hampa dan tertidur tanpa sadar.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: