Erabaru.net. Garis perbedaan antara lansia atau belum sebenarnya sangat kabur. Ada orang yang usianya sudah lebih dari 70 tahun tapi masih tampak muda dan sehat, sebaliknya yang baru berusia 40 tahun, tapi sudah tampak tua dan lesu.

Sebenarnya, Organisasi Kesehatan Dunia punya standar dalam mengklasifikasi manula, dan standar ini selalu diperbarui.

Berapa sebenarnya usia seseorang dikatergorikan sebagai manula ?

Umumnya seseorang mulai menua setelah usia 50 tahun, dan laju penuaan sebenarnya relatif lambat sebelum menginjak usia 60. Tetapi laju penuaan akan bertambah setelah memasuki usia 65, dan pada usia 70, penuaan akan semakin jelas terlihat. Namun, laju penuaan akan melambat lagi setelah memasuki usia 70 tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia mengkategorikan seseorang yang berusia di atas 60 tahun sebagai manula.

Menurut PBB, orang-orang yang berusia di atas 60 tahun di negara-negara berkembang dikategorikan sebagai manula. Sementara orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun di negara maju dikategorikan sebagai manula.

Sedangkan mereka yang berusia antara 45 tahun – 59 tahun bisa dikategorikan sebagai manusia paruh baya, dan orang dewasa di bawah 44 tahun digolongkan sebagai anak muda. Namun, meskipun manula juga ada beberapa tahapannya.

  • Usia sekitar 60 – 70 tahun : Lansia muda
  • Usia 75 – 90 tahun: Manula.
  • Diatas 90 tahun : Lansia panjang umur

Sementara di beberapa negara tertentu, usia antara 45 – 60 tahun dikategorikan sebagai masa awal lansia, sedangkan usia 60 tahun sampai 90 tahun disebut masa lansia, dan di atas 90 tahun adalah lansia panjang umur.

Bagaimana cara menunda penuaan?

1. Perbanyak konsumsi sayur mayur, kurangi makan daging

Makan-minum berpengaruh besar terhadap kesehatan, daging umumnya memiliki nilai kalori relatif tinggi, yang memungkinkan tubuh menghasilkan limbah nitrogen berlebihan. Selain itu, obesitas adalah salah satu faktor yang mempercepat penuaan.

Selain asupan harian makanan pokok dengan jumlah tertentu untuk memastikan asupan energi yang cukup, juga harus dilengkapi dengan sayuran dan buah-buahan.

Singkatnya, perbanyak makan sayuran kurangi daging, keseimbangan gizi adalah poin penting dalam memelihara kesehatan dan memperlambat penuaan.

2. Menjaga volume latihan fisik/olahraga

Dengan olahraga yang teratur dapat membantu kita menjaga bentuk tubuh yang baik, mengurangi berbagai jenis penyakit yang disebabkan obesitas.

Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, bagi para lansia yang sering menderita penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular memiliki efek pencegahan yang baik.

Sebuah studi terkait menyebutkan, bahwa meskipun melakukan beberapa latihan aerobik hanya sekitar 30 menit sehari juga banyak manfaatnya bagi kesehatan.

3. Bersikap optimis

Banyak dari mereka yang berusia lanjut memiliki satu kesamaan, yaitu sikap optimis. Meski tidak ada data yang jelas untuk memantau sikap optimis bisa membuat tubuh lebih sehat, namun tekanan psikologis memang bisa memicu beberapa penyakit.

Seperti misalnya penyakit jantung koroner yang umum ditemui, infark miokard yang berhubungan erat dengan suasaan hati, emosional, depresi yang kemungkinan bisa menyebabkan penyakit jantung.

Ingat, sehat adalah harta yang tak ternilai.(jhn/yant)

Sumber: Happies.life

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular