Erabaru.net. Bagi mereka yang irama hidupnya serba cepat, toserba jelas merupakan tempat terbaik di dunia, boleh dikata di sana serba lengkap. Tak peduli makanan atau minuman apa yang Anda inginkan tersedia di sana.

Ada banyak item barang di supermarket, lantas bagaimana pihak toserba mengelola barang-barang yang tak habis terjual dan sudah kadaluarsa ?

Dari seorang temannya yang menjabat sebagai manajer di salah satu toserba, netizen ini mengungkapkan di dunia maya, bahwa setiap membeli minuman, si manajer temannya itu selalu memberinya “produk reject/rijek” yang sudah kadaluarsa.

Dia pun penasaran apakah akan sakit mengonsumsi produk makanan kadaluarsa.

Tanggal kadaluarsa hanyalah dugaan konservatif, dan biasanya produk terkait baru akan berubah (warna,rasa) setelah masa kadaluarsanya diundur seminggu kemudian.

Netizen itu bingung dan bertanya dengan penasaran, “Apakah supermarket di Taiwan atau tempat lainnya juga akan memperpanjang masa kadaluarsa secara otomatis ?”

Netizen lain pun merasa penasaran setelah melihatnya. Seorang netizen yang pernah bekerja di salah satu supermarket mengungkapkan rahasia besar di industri ini.

Saat masih kerja di supermarket, dia pun berpikir bisa menikmati makanan kadaluarsa secara gratis, dan dia merasa baik-baik saja setelah setengah tahun mengonsumsi makanan gratis itu, namun berat badannya meningkat dari 90 kg menjadi 110 kg.

Dia juga pernah menyantap roti atau susu yang sudah sebulan tertata rapi di lemari pendingin dan sudah kadaluarsa, meski rasanya agak aneh, tapi tidak menyebabkan sakit perut atau mencret.

Selain itu, di supermarket tempat kerjanya dulu juga ada sekitar 200 hot dog di lemari pendingin yang sudah kadaluarsa lebih dari setahun.

Saat shift malam, biasanya dia memanggang/memanaskan hot dog kadaluarsa itu untuk dimakan, dan rasanya juga lumayan enak.

Dua bulan kemudian, sekotak penuh hot dog itu pun habis disantap oleh tiga orang karyawan supermarket itu.

Suatu ketika, masa pakai bahan es krim di supermarket sudah kadaluarsa, dia pun bertanya kepada bos bagaimana menangani barang kadaluarsa itu, dan jawabannya sungguh mencengangkan.

 

“Masa sih gak tau, jangan sampai dilihat customer saja, apa harus saya ajari lagi ?”kata bosnya.

Selama dua minggu berikutnya, yang dijual supermarket adalah “es krim kadaluarsa”, namun, pembeli tidak terjadi masalah apa pun, mereka baik-baik saja, tidak mencret, dan tidak ada yang komplain..

Saat baru kerja di supermarket, dia pernah dengan hati-hati membersihkan selang susu dari mesin kopi, namun, keseriusan kerjanya justru dianggap malas oleh bosnya karena dipandang hanya membuang-buang waktu.

Akhirnya dia pun hanya mengucek selang minuman itu dengan cairan pembersih, kemudian menyemprot dengan alkohol, lalu memasang kembali mesin kopinya, selesai.

Karena lamanya timbunan ampas susu di dalam mesin kopi tersebut, sehingga warnanya pun berubah menjadi merah tua.

Pelanggan yang membeli kopi mereka juga tidak mengalami gejala aneh, sebaliknya malah memuji mereka : “Aroma caffè latte atau susu latte di kedai kalian terasa kental ya, beda sekali dengan kedai kopi/susu latte di tempat lain!”

Tak disangka ada begitu banyak rahasia di toko 24 jam yang tampak bersih-higienis, dan tampaknya lebih baik menyeduh kopi/susu latte atau membuat masakan sendiri jauh lebih aman dan terjamin.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular