Erabaru.net. Di sebuah jalur sempit di kota Sarnath yang padat dan berdebu di India, di belakang sebuah stupa Budha yang besar, seseorang dapat masuk ke sebuah rumah penginapan tamu kecil yang dikelola oleh seorang wanita Jerman.

Dia menyebutnya sebagai tempat tinggal yang sederhana, tapi ada sebuah ketenangan dan energi positif yang jelas terasa disana, sampai bahkan pepohonan dan bunga-bunga juga tumbuh subur di sekitar tempat itu.

Dia menghargai kedamaian dan cinta kasih yang terus berkembang ini, dan merasakan bahwa energi positif yang dia sebarkan adalah berkat keyakinan spiritualnya terhadap Falun Dafa.

Berbicara dengan NTD India, dia menceritakan perjalanan hidupnya sampai hari ini. Wanita ini memang adalah satu jiwa yang berani, tangguh dan memiliki hati yang penuh welas asih.

Chris Elisabeth Teich pertama kali datang ke India sebagai mahasiswi seni dan patung berusia 21 tahun, yang suka menggambar dan membuat sketsa untuk belajar secara mandiri.

Pada saat itu dia sama sekali tidak menyangka bahwa dia akan menikahi seorang pria India dan menjadikan kota Sarnath yang indah sebagai rumahnya.

Biasa dipanggil sebagai Chris oleh keluarga dan teman-temannya, hidup wanita ini dipenuhi dengan banyak perjalanan besar, sebelum akhirnya berhenti di kota kuno ini.
Orangtua Chris berasal dari Jerman, dan saat kecil, dia sudah sangat mencintai alam. Seiring bertambahnya usia, dia tertarik untuk bepergian ke negara lain dan mempelajari budaya-budaya di sana.

Chris di New York City pada tanggal 19 Mei 2014. (Kredit: Benjamin Chasteen / Epoch Times)

Selama awal usia 20-an, dia mulai belajar buku-buku tentang berbagai agama dan filsafat, dan bepergian dengan cara menumpang, baik itu pada masa liburan singkat ataupun panjang.

Dia bepergian ke berbagai negara sambil melakukan pekerjaan paruh waktu untuk mendapatkan penghasilan.

“Saya masih mencintai alam,” kata Chris dengan tenang.

“Di awal usia dua puluhan, saya memiliki keinginan untuk mengenal kehidupan dan melihat dunia , namun saat itu saya bahkan tidak punya uang untuk makan. Saya bepergian dengan cara menumpang di Prancis, Spanyol, Italia, Belanda, Inggris, Skotlandia, Irlandia dan Afrika Utara. Saya akan membaca buku dan terkadang bahkan tidur di ladang terbuka ataupun di hutan. “

Venus Upadhayaya / NTD

Pada usia akhir dua puluhan, Chris melakukan perjalanan ke Afrika dan bekerja sebagai pekerja sosial, mendirikan sekolah dan rumah untuk anak-anak.

Selama masa kelaparan Ethiopia pada tahun 1985, dia bekerja sebagai pekerja relawan dan melihat banyak kesengsaraan serta kematian dari jarak yang sangat dekat.

Setelah bekerja tujuh tahun di Afrika, dia pindah ke Amerika Selatan dan menghabiskan enam tahun berikutnya di sana sebagai pekerja sosial.

Setelah melihat kenyataan hidup yang keras begitu dekat, hatinya sangat ingin tahu arti sejati keberadaan dirinya di dunia dan arti dibalik semua kesengsaraan yang dialami manusia.

“Pertanyaan dan pencarian jawaban saya terus berlanjut, dan suatu hari di Brasil saya melihat selebaran tentang Ladakh, yang kemudian menarik saya ke India sekali lagi. Jadi saya kembali ke India, dan setelah beberapa tahun berada di sana, saya bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi suami saya dan menetap di Sarnath,” katanya.

“Cuaca sangat panas dan juga sangat lembab di Sarnath. Jadi setiap tahun saya mulai menghabiskan beberapa bulan musim panas untuk tinggal di Ladakh. Saat itu ketika saya menghadiri festival wanita di sana, saya melihat seorang wanita Tionghoa-Amerika sedang melakukan serangkaian latihan meditasi, saya langsung tertarik. Saya segera mendekatinya, belakangan saya mengetahui bahwa dia sedang berlatih meditasi Falun Dafa.”Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sebuah latihan yang berdasarkan prinsip kuno “Sejati-Baik-Sabar,” dan memiliki lima perangkat latihan yang sederhana.

Chris sedang membaca Zhuan Falun, buku utama Falun Dafa. (Kredit: Venus Upadhayaya / NTD)

Chris telah melakukan perjalanan ke sekitar 55 negara di dunia dan melihat beragam kehidupan dan spiritualisme; dia meluangkan waktu untuk mengeksplorasi lebih banyak tentang Falun Dafa.

“Butuh waktu beberapa tahun untuk memahaminya dan ketika akhirnya saya mulai mempraktikkan latihan spiritual kuno ini, latihan ini benar-benar mengubah saya. Sampai sekarang sudah 15 tahun sejak saya mulai berlatih Falun Dafa,” katanya.

Chris mempraktikkan latihan Falun Dafa perangkat kelima. (Kredit: Venus Upadhayaya / NTD)

Chris mengatakan bahwa keadaan kesehatannya tidak baik sebelumnya, namun semua itu berubah setelah dia mulai berlatih Falun Dafa.

“Sebelumnya saya cukup sering sakit dan memiliki banyak masalah kesehatan. Tapi segalanya berubah setelah saya berlatih Falun Dafa. Juga, sekarang saya lebih sabar dan tenang dalam menghadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik itu masalah kecil ataupun besar,” katanya.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds