Erabaru.net. Menurut Daily Nation, ini adalah “salah satu kasus terburuk malpraktik yang terjadi di Rumah Sakit Nasional Kenyatta,Kenya, untuk dipublikasikan “.

Dengan kemajuan dan teknologi medis di dunia kita saat ini, semakin banyak orang yang hidup lebih lama dan lebih produktif.

Sayangnya, tidak semua dokter dan staf medis berhak mendapatkan gelar mereka, dengan ribuan pasien meninggal karena malapraktik.

Berbuat salah adalah wajar karena masih manusia , tapi bermain-main dengan kehidupan orang lain adalah hal lain.

Dokter Kenya sekarang di ‘dalam bara’ setelah membuka kepala “pasien yang salah”.

Menurut laporan, dua orang telah dibawa ke Rumah Sakit Nasional Kenyatta pada akhir pekan. Seseorang membutuhkan operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya, sementara yang satunya hanya perawatan dan pengobatan untuk menyembuhkan trauma yang membengkak di kepalanya.

Orang-orang memprotes di luar rumah sakit tersebut

Namun, ada “kesalahan fatal memberikan tanda pengenal”, yang mengakibatkan orang yang salah didorong ke dalam ruang operasi dan tengkoraknya dibuka.

Sudah berjam-jam menjalani operasi sehingga tim dokter menyadari bahwa mereka membuka kepala yang salah saat mereka tidak menemukan bekuan darah di otak.

Rumah sakit telah meminta maaf dan meredakan protes masyarakat dengan memastikan kedua pasien selamat.

Mereka juga mengaku telah menskors dokter yang bertanggung jawab atas operasi tersebut. Namun, rekan dokter telah memprotes penangguhan tersebut, dengan mengatakan bahwa perawat yang menyiapkan pasien untuk operasi adalah orang-orang yang salah karena kesalahan pemberian tanda kedua pasien tersebut.

“Sebagai rekan unit, kami percaya bahwa sementara teman kita mungkin telah menunjukkan beberapa kekurangan prosedural, operasi dilakukan pada pasien yang salah terutama karena pemberian tanda pasien yang salah oleh staf bangsal,” kata para dokter tersebut.(yant)

Sumber: viral4real.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular