Erabaru.net. Kehilangan anak adalah perpisahan paling menyedihkan bagi setiap orangtua. Meski kerap mengalami tragedi semacam itu di rumah sakit, anggota keluarga yang sedih umumnya enggan merekam proses yang memilukan ini, apalagi untuk secara terbuka menyiarkan proses terakhir yang menyakitkan itu.

Namun, Adam dan Serena, orangtua di Inggris ini memutuskan mengizinkan stasiun TV merekam keseluruhan proses penyelamatan yang gagal terhadap anaknya, dan disiarkan ke publik.

Orangtua dari Birmingham, Inggris ini membuat kesalahan yang sering dilakukan orangtua. Menyebabkan Leyton, bayi mungil berusia 9 bulan, meregang nyawa akibat memakan potongan plastik mainan tanpa sepengetahuan merek.

Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat dan tak disadari Adam dan Serena sampai mereka mendengar si kecil Leyton meraung-raung karena kesulitan bernapas.

Akibat tersumbatnya jalan pernapasan karena potongan plastik yang menyangkut di tenggorokan, Leyton tersedak. Tak lama setelah tersedak, jantungnya berhenti berdetak. Setelah diinduksi koma saat menjalani operasi, tiga hari kemudian si kecil Leyton pun pergi selama-lamanya.

Orangtuanya yang panik kemudian segera meminta pertolongan, dan sebelumnya mereka melakukan CPR – Cardiopulmonary Resusication atau tindakan pertolongan pertama pada Leyton yang mengalami henti napas.

Tak lama kemudian ambulans melarikan Leyton yang telah kehilangan tanda-tanda kehidupan itu ke ruang gawat darurat rumah sakit setempat.

Adam, ayahnya Leyton menunggu dengan harap-harap cemas di ruang gawat darurat dan terus berdoa semoga Tuhan menurunkan mukjizatnya.

Di bawah upaya keras penyelamatan tenaga medis, jantung Leyton akhirnya berdetak kembali, namun masih dalam keadaan koma.

Setelah mengetahui kondisi anaknya, Serena pun seketika meratap pilu, ia sangat menyesal atas kelalaiannya sendiri.

Tak lama setelah tragedi itu, pasutri Adam dan Serena menerima permintaan pengambilan gambar dari stasiun televisi Channel4, awalnya mereka tidak berencana menerima permintaan dari stasiun televisi tersebut.

Pada hari-hari perawatan berikutnya, mereka melihat kondisi Leyton masih belum juga membaik, dan kesempatan untuk bertahan hidup juga semakin tipis.

Akhirnya mereka pun berpikir ingin melakukan sesuatu, agar lebih banyak orang memperhatikan akibat fatal dari kecelakaan yang tak terduga itu, jadi mereka pun menyetujui permintaan stasiun TV tersebut.

Tiga hari kemudian, akhirnya Leyton pergi dengan tenang dalam keabadian. Segala usaha yang dilakukan oleh tim dokter ini direkam dan disiarkan oleh stasiun televisi Channel 4.

Stasiun TV setempat mengabadikan tragedi yang dialami Leyton dalam program TV “Inside Birmingham Children’s Hospital”, mengingatkan para orangtua lainnya agar selalu waspada pada buah hatinya.

Program TV tersebut seketika menarik perhatian masyarakat luas setelah disiarkan, banyak netizen yang turut menyatakan belasungkawa atas tragedy yang dialami keluarga Adam dan Serena.

Serena yang kehilangan Leyton buah hatinya mengatakan pada dirinya sendiri bahwa ia harus kuat dan tegar, merawat dan membesarkan Copper, putra sulungnya.

Mereka juga memosting foto sang kakak Copper mencium Leyton, adiknya yang baru sembilan bulan menghirup udara Bumi.

“Melalui tragedi yang keluarga kami alami, kami ingin mengingatkan para orangtua untuk lebih berhati-hati dan teliti akan segala kemungkinan yang dapat menyebabkan bayi celaka.

“Kami memutuskan untuk mengijinkan Channel 4 menyiarkan semua ini sebagai bentuk tribute kami terhadap putra kecil kesayangan kami yang telah berjuang begitu keras dan berani. Jika dapat menghindari traged pada nyawa kecil lainnya, maka kepergian Leyton kecil akan menjadi lebih bermakna ! ujar Serena. (jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular