Erabaru.net. Kekejaman pengambilan organ hidup yang terjadi di Tiongkok pada abad ke-21, ini banyak mendapat reaksi perlawanan di seluruh dunia.

Seperti aksi petisi yang terjadi di Oriestra Wielka Świątecznej Pomocy (Orkestra Agung Amal Natal) di Lodz pada, 14 dan 15 Januari 2017 silam.

Meski salju turun, banyak yang berhenti untuk menandatangani petisi menentang penganiayaan. (Minghui.org)

Kesadaran akan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok dilakukan oleh orang-orang Polandia.

Meski salju turun, banyak yang berhenti untuk menandatangani petisi menentang penganiayaan. (Minghui.org)

Banyak orang Polandia yang ada di sana telah memperhatikan dan menandatangani petisi tersebut yang menyerukan diakhirinya pengambilan organ paksa dari praktisi Falun Gong yang masih hidup oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Meski salju turun, banyak yang berhenti untuk menandatangani petisi menentang penganiayaan. (Minghui.org)
Meski salju turun, banyak yang berhenti untuk menandatangani petisi menentang penganiayaan. (Minghui.org)

Banyak anak muda tidak percaya bahwa kekejaman pengambilan organ hidup terjadi di Tiongkok pada abad ke-21, namun orang-orang Polandia yang lebih tua dengan mudah memahami bagaimana hal ini dapat terjadi di bawah rezim komunis.

Seorang wanita lansia, Anna Hertmanowska, mengatakan, “Saya mendengar tentang penganiayaan Partai Komunis terhadap Falun Gong sejak lama. Saya telah mencari informasi lebih lanjut. Saya tahu ini [latihan] adalah apa yang saya cari. Saya tidak tahu penganiayaan itu sangat buruk! Jantung saya bergetar. Saya harus menandatangani petisi! Penindasan harus dihentikan! Harus!”

Praktisi Falun Gong memberitahu orang-orang tentang penganiayaan di Tiongkok. (Minghui.org)

Praktisi Falun Gong memberitahu orang-orang tentang penganiayaan di Tiongkok. (Minghui.org)

 

Pasangan Tionghoa muda melewati layar tampilan Falun Gong. Pria itu menyapa praktisi dengan gembira, “Halo! Senang bertemu dengan anda lagi!” Dia telah mendengar tentang penganiayaan tersebut dari praktisi Falun Gong sebelumnya dan memilih untuk mengambil sikap dengan mundur dari organisasi Komunis. Bagi wanita ini, ini adalah pertemuan pertamanya dengan fakta tentang penganiayaan brutal. Dia juga memutuskan untuk keluar dari Pioneer Muda dan Liga Pemuda. (edi/rp)
(Minghui.org)

Share

Video Popular