Erabaru.net. Human trafficking adalah bentuk perdagangan manusia yang dikutuk sebagai pelanggaran hak asasi manusia oleh konvensi internasional. Kegiatan tercela ini dianggap sebagai salah satu kegiatan kejahatan lintas negara yang paling kejam dan paling cepat berkembang.

Sebagian besar pramugari diwajibkan untuk mengikuti pelatihan khusus untuk mencoba dan mengidentifikasi korban perdagangan manusia. Terkadang, bahkan pekerja tidak terampil seperti kasir supermarket ditempatkan dalam posisi untuk mengidentifikasi korban yang membutuhkan pertolongan mereka. Tindakan mereka berpotensi menyelamatkan nyawa yang tak terhitung jumlahnya.

Masyarakat harus selalu memperhatikan orang-orang yang berperilaku tidak biasa karena beberapa dari mereka mungkin mengirimkan sinya secara diam-diam untuk meminta pertolongan.

(Foto : Wikimedia Commons)

Di sebuah supermarket di Busan, Korea Selatan, seorang kasir bernama Kim sedang bertugas seperti biasa ketika dia melihat seorang wanita muda memasuki toko itu di depan beberapa pria kasar.

Sesuatu yang aneh tentang bagaimana wanita muda itu bersikap membuat Kim sangat memerhatikannya.

Instingnya ternyata benar karena saat punggung pria-pira kasar itu berbalik, wanita muda itu melempar kertas catatan kepada Kim.

Catatan itu ditulis dengan tergesa-gesa tapi wanita itu memastikan itu bisa dibaca dan dia menulisnya dalam bahasa Inggris, Thailand, dan Korea

(Foto : AllKPop)

Melihat ekspresi putus asa di wajah wanita muda itu, Kim mengambil catatan itu dan membacanya di belakang meja kasir. Catatan itu ditulis dalam bahasa Inggris, Korea dan Thailand. Wanita itu memutuskan untuk mencakup semua basis karena ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk melarikan diri.

Catatan itu merupakan rintihan untuk meminta pertolongan karena wanita tersebut mengatakan bahwa dia telah diculik dan disekap di lantai empat sebuah gedung. Dia juga menyebutkan bahwa dia “bekerja secara ilegal”.

Wanita itu memutuskan bahwa ini mungkin satu-satunya kesempatan untuk melarikan diri

(Foto : AllKPop)

Kasir kemudian menanggapi dengan menulis dengan hati-hati di bagian bawah catatan yang mengatakan, “Apakah Anda ingin saya menghubungi 112 (layanan darurat)?”

Wanita itu menggelengkan kepala dan tampak jelas bahwa terlalu banyak pria yang ada bersamanya di toko dan terlalu riskan untuk menelepon pihak berwenang pada saat itu.

Kim kemudian dengan cepat memikirkan cara untuk mendapatkan nomor telepon wanita itu. Dia mengatakan bahwa dia memerlukan nomor telepon wanita tersebut untuk mendapatkan titik kebaradaannya.

Wanita itu disekap di lantai empat sebuah gedung

(Foto : Pixabay)

Setelah mereka meninggalkan toko, Kim memanggil polisi. Beruntung pihak berwenang bisa melacak nomor telepon wanita tersebut.

Itu dilacak pada seorang pria bernama Lee yang memiliki sejarah menjalankan rumah pelacuran dan lingkaran prostitusi. Dia menjalankan bisnis bernama Kiss Room.

Polisi juga mengumpulkan bukti dari platform media sosial, yaitu Facebook, di mana seorang wanita mengatakan bahwa temannya telah hilang.

Dia takut temannya diculik dan dipaksa melakukan pelacuran dan dengan sedih, firasatnya ternyata benar.

Pihak berwenang bisa melacak nomor telepon seorang pria bernama Lee

(Foto : Wikimedia Commons)

Dengan bukti dan tuduhan ini, pihak berwenang mengepung gedung Kiss Room dan menahan Lee serta empat kaki tangannya. Mereka juga menemukan lima wanita di dalam gedung tersebut, termasuk wanita yang menyelipkan catatan pada Kim.

Semua wanita dipaksa melakukan pelacuran dan mereka harus mencari uang dan menyekapnya setiap malam. Mereka telah disekap selama berbulan-bulan. Polisi secara aktif melanjutkan pencarian rantai perdagangan manusia.

Biarlah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitar kita. Selalu ada kemungkinan seseorang membutuhkan pertolongan kita.(yant)

Sumber: goodtimes.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular