- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Buruknya Temperamen Seseorang Itu Sebenarnya Merupakan Bentuk Keegoisan dan Sosok Orang yang Tidak Bisa Apa-apa !

Erabaru.net. Seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosinya, cepat atau lambat juga akan hancur meski dunia ini diberikan kepadanya.

Hidup itu tidak mudah, selain hidup dan mati, lainnya hanyalah masalah yang mudah, Anda tidak perlu sedikit-dikit naik pitam dan marah-marah !

Mereka yang bisa mentolerir dengan sabar temperamen burukmu itu adalah orang-orang yang peduli padamu. Dan Anda masih saja menyakiti mereka karena temperamen burukmu yang tidak Anda sadari justru berakibat buruk pada dirimu sendiri di mana pun di dunia.

Sementara mereka yang memiliki kemampuan kerja (cakap, terampil dan dewasa), akan semakin tahu bagaimana mengendalikan emosinya, sebaliknya mereka yang tidak punya kemampuan kerja atau tidak bisa apa-apa, emosinya akan semakin labil dan meledak-ledak, karena hanya itu yang mereka bisa.

[1]

Di masyarakat, saya mendapati sebuah fenomena dari pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun: Seseorang yang memiliki kemampuan, akan semakin bisa mengendalikan emosinya, sebaliknya mereka yang tidak punya kemampuan, emosinya akan semakin meledak-ledak, marah-marah.

Di tempat kerja, mereka yang tetap di suatu posisi dalam waktu yang lama dan belum dipromosikan, lebih cenderung menyalahkan bawahan mereka dan sengaja mempersulit mereka dengan berbagai alasan, tekanan kerjanya dijadikan sebabagi alasan emosi yang dilampiaskan kepada bawahan.

Sementara dalam kehidupan sehari-hari, pria yang tidak punya kemampuan apa-apa lebih suka berteriak-teriak marah pada istrinya, bersikap kasar dengan emosi yang meletup-letup, bermaksud menjaga wibawa dan statusnya sebagai kepala keluarga dengan cara primitif seperti ini.

[2]

Ada saatnya seseorang memiliki suasana hati yang buruk, ada yang berusaha mengendalikan emosinya dan mencoba memecahkan masalah terkait.

Sementara itu, ada juga yang tahunya hanya mengeluh dan marah-marah, melampiaskannya kepada orang lain.

Ada yang bilang bahwa temperamen buruk itu adalah masalah kepribadian ; Temperamen buruk karena masalah lingkungan.

Semua penderitaan manusia itu pada dasarnya adalah kegusaran/kekecewaan atas ketidakmampuannya. Singkatnya, temperamen yang buruk itu adalah ketidakmampuan orang itu sendiri, tidak perlu menyalahkan apalagi iri dan sirik pada orang lain.

Jerry adalah karyawan lama perusahaan. Dia melihat rekan-rekan kerjanya yang lebih yunior telah menjabat sebagai manajer divisi, sementara dirinya masih seorang editor senior. Temperamen Jerry menjadi semakin buruk, sedikit-sedikit marah-marah pada bawahannya.

Beberapa waktu lalu, ada seorang karyawan magang yang baru bernama Henny di bawah departemennya.

Minggu lalu, perusahaan menyelenggarakan sebuah acara, mengundang seorang penulis terkenal untuk memberikan ceramah. Sehubungan dengan kegiatan itu, Jerry dan Henny mendapat tugas dekorasi.

Saat acara tersebut akan dimulai, orang-orang menemukan masalah pada cetakan spanduk : Nama penulis di spanduk salah cetak. Spanduk itu dicetak oleh Henny.

Ketika Jerry melihat kesalahan itu, dia pun segera menemui Henny dan marah-marah, “Nama saja salah cetak, apa sih yang bisa kamu kerjakan!”cetusnya kesal.

Henny yang bingung dibentak oleh Jerry hanya berkata pelan sambil menundukkan kepalanya, “Tapi pak, saya mencetak spanduk itu sesuai dengan format yang bapak kirimkan kepada saya,” Kata Henny sambil melihat kiriman di ponselnya.

[3]

Ternyata memang nama yang dikirim Jerry ke Henny itu salah.

Namun, Jerry beralasan dan tetap dengan kesal bekata pada Henny “Waktu itu saya buru-buru di jalanan, tapi kenapa kamu sendiri tidak memeriksanya lagi?”

Henny sendiri juga merasa bersalah, karena tidak mengecek lagi dengan cermat, “Saat itu saya juga sedang terburu-buru, jadi lupa memeriksanya,” Kata Henny mencoba menjelaskan.

“Lupa periksa, tapi sekarang sudah terlanjur terjadi kesalahan, lantas siapa yang bertanggung jawab kalau sudah begini, kamu… ?” sahut Jerry yang belum jua surut emosinya.

Henny memang pantas ditegur atas kesalahan kecil itu, karena tidak mengecek lagi secara teliti. Namun, reaksi Jerry juga terlalu berlebihan dan kecamannya juga agak keterlaluan saat itu. Di sana Jerry terus memarahi Henny dengan volume suara yang semakin keras.

Gadis itu diperkirakan juga baru terjun ke masyarakat (kerja), belum pernah dimarahi dengan kasar seperti itu, dan dia pun mulai menitikkan air mata menangis tak tahan dengan kecaman dari atasannya yang bertubi-tubi.

Saat itu, manajer umum bernama Nathalia kebetulan berjalan ke sana, dan melihat suasana yang tidak menyenangkan, dia pun minta penjelasan Henny, kemudian mencoba menenangkan suasana itu.

“Sudahlah, kamu jangan menangis lagi!” kata Natahalia mencoba menenangkan Henny.

“Kesampingkan dulu spanduk itu, sekarang coba kamu periksa lagi secara detail hal lainnya, dan selesaikan tugas masing-masing” lanjut Natahlia tegas, lalu menyuruh Henny mengikutinya.

Henny tidak berani berbicara selama berjalan mengikuti sang manajer umum ke perusahaan periklanan terdekat.

“Saya ingin spanduk berukuran 7 meter untuk 20 karakter/huruf, bisa diselesaikan sebelum jam 5 sore nanti ?” Tanya Nathalia.

“Saya tidak bisa menjamin bisa selesai atau tidak seperti permintaan Anda”, kata karyawan periklanan,

Nathalia memandangnya, dan ragu sejenak, kemudian berkata, “Begini saja, saya akan tambahkan lagi 200 ribu rupiah, gimana, bisa, kan diusahakan ?”

Melihat sang manajer yang royal, perusahaan periklanan itu langsung menyetujuinya. Ibu Natahlia menyuruh Henny menunggu hasil kerja mereka, sementara dia sendiri kembali dulu ke kantor.

Acara pada hari itu berakhir dengan sukses. Malamnya saat pulang kerja, kebetulan Henny bertemu dengan Nathalia, manajer umum tempatnya magang. Kemudian mereka pun ngobrol seputar kejadian pagi tadi di kantor.

“Kamu tahu kenapa pak Jerry belum juga dipromosikan selama ini ? Spanduk itu memang salah cetak, tapi kenapa dia sebagai penanggung jawab tidak memeriksa sebelumnya.”

“Ketika terjadi kesalahan saat itu, seharusnya dia menyelesaikan masalahnya, bukannya marah-marah, dan membuang-buang waktu. Marah-marah di sana hanya akan mempengaruhi suasana kerja karyawan lain dan memperburuk keadaan.”

Setelah mendengarkan penjelasan Nathalia, kemudian melihat sikapnya yang tenang dan langsung menyelesaikan masalahnya dengan cepat saat itu, tidak bisa tidak saya harus mengagumi kemampuannya dalam mengatasi suatu masalah.

Inilah letak perbedaan antara Nathalia dan Jerry. Orang yang cakap kerjanya, semakin baik temperamennya.

Temperamren yang baik semacam ini tidak berarti bahwa mereka dapat mentolerir kesalahan, tapi mereka tahu untuk tidak emosi sembarangan.

Mereka tidak sembarangan marah-marah, karena mereka tahu bahwa memecahkan masalah adalah prioritas, bukan marah-marah sambil berkacak pinggang di sana yang hanya akan semakin memperburuk suasana dan hasil kerja.

Anda akan mengetahuinya jika Anda perhatikan dengan cermat. Dalam pengalaman hidup Anda, dimana pada saat emosi Anda meledak-ledak, umumnya hal ini seringkali merupakan saat terburuk dan paling tidak berdaya dalam hidup Anda.

[4]

Karena Anda tidak dapat mengubah rasa tidak puas Anda saat itu atau dalam situasi yang buruk ketika itu, akhirnya Anda hanya bisa meredakan ketidakpuasan Anda dengan cara melampiaskan emosi kepada orang lain.

Mereka yang tidak memiliki kemampuan kerja, dimana pada saat menghadapi masalah dan tidak mampu mengatasinya, akhirnya hanya bisa menggunakan emosi untuk mengatasi masalah dan menyalahkan orang lain.

Dan karena tidak punya kemampuan kerja, sehingga perasaan menjadi sangat sensitif, jadi selalu marah-marah, tidak boleh tersinggung sedikit pun.

Selama ada sedikit saja terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan Anda, maka sekilas itu juga akan meledak seperti bom yang menyala, menyebabkan kerugian pada diri Anda sendiri juga orang lain.

Itulah sebabnya mengapa pada saat kondisi keuangan semakin buruk, maka semakin banyak keluarga yang suka bertengkar ; Seseorang yang semakin tidak memiliki kemampuan kerja, dan tidak bisa apa-apa, semakin suka menyalahkan dan berkata sembarangan di dunia maya.

Di dunia orang dewasa, tidak ada yang lebih mudah hidupnya dari orang lain.

Tidak ada yang berkewajiban untuk membayar temparemen buruk Anda, camkan itu baik-baik bagi anda yang bertempramen buruk.(jhn/yant)

Sumber: happies.life

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: