Erabaru.net. Tentu saja banyak orang yang suka menikmati telur setengah matang saat sarapan. Telur setengah matang ini dianggap menu sehat untuk sarapan pagi karena mengandung nutrisi penting seperti protein, riboflavin dan selenium.

Telur cocok sebagai menu sarapan karena mereka juga bisa memenuhi kebutuhan energi yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

Telur memiliki risiko penyakit pembawaan dari makanan seperti Salmonella, dan satu-satunya cara untuk membunuh semua bakteri berbahaya dalam telur adalah memasaknya dengan sempurna. Tapi apakah telur setengah matang itu aman dikonsumsi anak? Inilah yang perlu Anda ketahui.

(Foto : Maria Siriano)

Mengapa telur setengah matang tidak aman untuk anak-anak:

Selain kadar kolesterol tinggi, telur juga bisa mengandung bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan. Dibandingkan orang dewasa, anak-anak, terutama mereka yang berusia kurang dari 4 tahun, berisiko 4 kali terkena penyakit salmonella.

USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat ) menyatakan bahwa telur setengah matang tidak aman untuk anak-anak.

Mereka juga merekomendasikan agar setiap orang (muda dan tua) makan telur yang dimasak dengan matang, untuk menghindari risiko penyakit bawaan makanan seperti Salmonella. Khusus untuk ibu hamil dan orang sakit – sangat berisiko tinggi.

Ahli gizi Sally Kuzemchak dari Real Mom Nutrition mengatakan, “Saya tahu telur setengah matang telah menjadi tren sekarang, tapi saya prihatin dengan kesehatan anak-anak. Menurut CDC, anak-anak di bawah 5 tahun memiliki tingkat Salmonella lebih tinggi daripada kelompok usia lainnya. Risiko serius Salmonella sangat tinggi pada bayi karena sistem kekebalan tubuh mereka sedang dalam proses berkembang. ”

Alternatif lainnya

(Foto : Leela Cyd)

Telur goreng dan telur rebus yang dimasak sepenuhnya aman untuk dimakan. Namun, orangtua dapat memperkenalkan kepada anak-anak makanan lain yang berkhasiat. Fokus pada pemilihan makanan kaya nutrisi. Selalu dorong anak Anda untuk mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi seperti:

  • Buah-buahan beraneka warna.
  • Sayur -sayuran beraneka warna.
  • Makanan kaya nutrisi, biji-bijian penuh dan serat tinggi.
  • Minum susu.
  • Makanan yang kurang berminyak dan bergula.
  • Makanan yang mengandung produk kacang seperti tempe dan tahu.

Karena itu, orangtua tidak dianjurkan untuk memberi anak mereka makan telur mentah atau setengah matang karena mereka takut menyebabkan diare dan demam. Efek jangka panjang seperti iritasi mata.

Mencegahnya lebih baik daripada mengobati sehingga orangtua selalu bijak demi kesehatan bersama-sama.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular