Erabaru.net. Di sebuah desa di daratan Tiongkok, ada seorang pria tua yang akrab dipanggil kakek Wang oleh penduduk desa setempat. Kakek Wang yang telah berusia 60 tahun ini dikenal baik dan ramah. Istrinya sudah lama meninggal.

Kakek Wang memiliki dua orang anak, laki-laki dan perempuan, yang tinggal di kota, sementara kakek Wang tinggal sendirian di desa.

Berbicara tentang cerita ini, banyak orang yang tidak percaya pada awalnya. Namun, mereka menjadi percaya setelah berkunjung ke rumah kakek Wang.

Ilustrasi.

Suatu hari, ketika kakek Wang ke pasar membeli sayuran dan melewati sebuah kios jagal, tiba-tiba dia mendengar erangan anjing yang samar-samar di telinganya.

Kakek Wang pun seketika mencari asal erangan itu, dan melihat seekor anjing kuning yang dikurung di dalam kerangkeng, kakek Wang melihat anjing itu meneteskan air mata ketika dia melihat dengan lebih dekat.

Setelah melihat kakek Wang menghampirinya, anjing kuning itu terus mengerang dan mengibas-ngibaskan ekornya.

Karena kasihan dan menurut kakek Wang berjodoh dengannya, akhirnya kakek Wang membeli anjing yang hampir di jangal itu. Kakek Wang pun membawa pulang anjing yang baru lolos dari kematian itu.

Tapi, aneh juga, anjing itu tampaknya tahu kalau dia telah diselamatkan kakek Wang, jadi dia pun tampak diam tidak menyalak sesampainya di rumah kakek Wang.

Kemudian kakek Wang memeliharanya, seiring berlalunya waktu, anjing kuning kakek Wang itu menjadi sangat patuh, sehari-hari selalu membantu kakek Wang membawa kantong atau mengambil sesuatu untuknya.

Segenap penduduk desa pada bilang anjing kakek Wang sangat cerdas. Anjing yang punya naluri sebagai hewan yang peka dengan gerak gerik dan maksud manusia.

Kakek Wang juga tampak sangat senang setiap mendengar penduduk desa memuji kecerdasan anjingnya.

Ilustrasi.

Lima tahun sudah anjing itu dipelihara kekek Wang. Pada suatu hari, kakek Wang yang sedang sendirian di rumah tiba-tiba jatuh pingsan, saat itu kebetulan dilihat tetangganya yang kemudian membawanya ke rumah sakit.

Untung segera diketahui dan dibawa ke rumah sakit, terlambat beberapa menit saja kakek Wang pun tak tertolong lagi, kata dokter yang menanganinya.

Ketika kakek Wang mengucapkan terima kasih kepada tetangganya, karena telah menyelamatkannya, tetangganya pun menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada kakek Wang.

Ternyata yang menyelamatkan kakek Wang adalah anjing piaraannya.

Saat tu tetangga kakek Wang sedang nonton TV, namun, aniing kakek Wang yang biasanya diam, tiba-tiba menyalak, sehingga membuat kaget tetangganya yang mengira anjing itu gila.

Dan dia mencoba mengusirnya, tapi anjing itu tidak mau pergi juga meski beberapa kali dipukul dengan tongkat.

Kemudian, anak perempuan saya berkata pada saya, mungkin dia bermaksud meminta ayah mengikutinya, kemudian dengan penasaran saya pun mengikutinya, dan melihat kakek Wang tergeletak pingsan di lantai, lalu segera saya larikan ke rumah sakit terdekat.

Jadi, kakek Wang harus berterima kasih pada anjing kuning piaraan kakek sendiri, kalau bukan karena gonggongannya yang tiada henti itu, mungkin saya tidak akan ke rumah kakek ketika itu.

Kakek Wang mengucapkan terima kasih setelah mendengarkan cerita tetangganya, dan akan mengundangnya makan nanti sebagai tanda ucapan terima kasih.

Kemudian kakek Wang bergegas pulang ke rumah dan melihat anjing kuningnya dengan setia menunggu di depan pintu, dan seketika melompat ke dalam pelukan kakek Wang.

Ilustrasi.

Kakek Wang pun segera memeluk anjing kuning yang telah menyelamatkan nyawanya meski harus menanggung sakit oleh pukulan tongkat tetangganya yang bingung mendengar gonggongannya ketika itu.

Kakek Wang pun tak kuasa menahan linangan air matanya ketika melihat bekas luka pukulan tongkat di tubuh si kuning, dan kakek Wang membelai kepala si kuning sambil mengucapkan terima kasih atas jasanya.

Sejak saat itu, kakek Wang merasa sudah lebih memahami si kuning yang sudah semakin kental dengannya seperti sahabat karib, dan saling menemani setiap hari.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular