Erabaru.net. Kosmetik sekarang bukan hanya digunakan oleh kaum hawa, tapi banyak juga kaum pria yang menggunakan kosmetik. Biasanya saat memilih kosmetik, kita akan memperhatikan apakah bahan-bahan di dalamnya itu akan menyebabkan alergi terhadap kulit kita.

Tahukah Anda, sebenarnya dibalik pembuatan kosmetik-kosmetik ini tersembunyi sejumlah rahasia buruk yang mencengangkan.

Untuk menguji efek kosmetik terhadap tubuh manusia, serangkaian tes mutlak dilakukan. Tapi bagaimana tes-tes ini dilakukan?

Beberapa perusahaan memilih menggunakan hewan untuk eksperimen ‘in vivo’ yakni eksperimen yang menggunakan keseluruhan organisme hidup.


Di antaranya adalah kelinci dan tikus putih adalah objek yang paling sering digunakan untuk eksprimen. Sebelum kosmetik-kosmetik itu dipasarkan, mereka harus mencari sejumlah besar tikus putih dan kelinci sebagai bahan percobaan .

Percobaan paling mendasar adalah memberi mereka (tikus atau kelinci) makan lipstik atau mengoleskan produk perawatan kulit itu di tubuh mereka. Kemudian mengamati produk-produk ini apakah akan berdampak pada mereka.

Meski terjadi alergi, radang atau luka (bernanah) dan masalah lainnya juga mereka tidak akan diobati sampai akhir percobaan, setelah itu semua makhluk hidup itu akan dibinasakan secara kemanusiaan.

Selain itu juga menguji efek shampo, krim mata dan sebagainya terhadap mata. Para ilmuwan akan menyuntikkan bahan-bahan ini ke mata kelinci tanpa kelenjar air mata, kemudian memaksa mereka untuk menutup mata, banyak kelinci menderita bisul mata, pendarahan dan bahkan kebutaan akibat percobaan ini.

Rangsangan kulit juga sering diujicoba pada kelinci, untuk menguji efek zat terkait pada kulit, dan banyak bekas luka pada tubuh kelinci yang sangat mengerikan pasca percobaan.

Ada juga percobaan pada produk baru apakah beracun, juga seringkali menggunakan tikus sebagai objeknya.

Para ilmuwan menggunakan makanan, injeksi atau inhalasi dan cara-cara lain untuk mengamati apakah tikus-tikus itu akan mati setelah menelan zat-zat produk terkait.

Banyak tikus akan mengalami diare, lumpuh dan pendarahan di segenap organnya. Meski tikus itu beruntung bisa hidup juga pada akhirnya akan dimusnahkan setelah percobaan selesai.

Selain dua hewan tersebut, para ilmuwan juga menggunakan hewan lain termasuk monyet, anjing atau sejenisnya sebagai objek percobaan, dan hal yang sama adalah mereka akan dimusnahkan secara kemanusiaan setelah percobaan.

Menurut daftar yang dikeluarkan oleh PETA – People for the Ethical Treatment of Animals atau organisasi hak asasi binatang, kita bisa melihat perusahaan yang masih menggunakan hewan sebagai objek percobaan, diantaranya cukup banyak merek kosmetik yang kita kenal.

Apakah Anda merasa kejam setelah menyaksikannya ? Tak disangka bukan, kenapa berbagai produk kosmetik yang sehari-hari kita gunakan itu tidak akan membuat kita merasa tidak nyaman, ternyata dibalik semuanya ada hewan-hewan ini yang telah menggantikan kita menanggung semua siksaannya, sungguh menyedihkan.

Saat ini, banyak perusahaan juga mulai mengadvokasi “barang dagangan yang tidak kejam,” yaitu tidak memproduksi kosmetik dengan menggunakan hewan sebagai objek percobaan.

Meskipun mungkin harganya jauh lebih mahal, namun, diharapkan kepada mereka pengguna kosmetik agar bisa lebih mempertimbangkan produk semacam itu, sehingga hewan-hewan yang malang itu tidak lagi menderita karenanya. (jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

https://www.youtube.com/watch?v=PjttKmlEti4a

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular