Erabaru.net. Seorang bayi yang baru berusia dua setengah tahun di Shandong, Tiongkok ini mengalami gejala demam usai dicium kakeknya, tak lama kemudian mata dan mulutnya tampak miring, sementara wajahnya juga mengalami gejala lumpuh.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ditemukan sang bayi telah terinfeksi virus, dan tragis, bayi yang belum sempat melihat dunia itu pun meninggal setelahnya.

Sebuah ciuman lembut, adalah wujud cinta kasih dan sayang kita kepada anak-anak.

Namun, tak ada yang menyangka, bayi yang baru berusia dua setengah tahun itu tewas begitu saja setelah dicium kakeknya, kenapa bisa begitu?

….simak ulasannya berikut ini ….!

Ternyata ada bisul di dagu sang kakek saat mencium cucunya, sehingga menyebabkan cucunya terinfeksi Staphylococcus aureus, yakni bakteri yang bisa berakibat serius dan fatal.

Orang dewasa memiliki daya tahan tubuh yang baik, meski pun sakit atau terinfeksi juga terkadang tidak akan jatuh sakit.

Namun, beda dengan anak balita yang masih dalam masa pertumbuhan, sehingga kuman yang kecil sekali pun juga dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Karena itu, diingatkan kepada para orangtua jangan sekali-kali mencium anak Anda dalam kondisi seperti berikut ini

1. Penyakit infeksi pernapasan

Seperti meningitis bakterial, cacar air, pilek biasa, flu, penyakit gondongan atau mumps, tuberkulosis, campak, batuk rejan dan sebagainya.

Penyakit-penyakit ini dapat seketika menular begitu terkontak dengan air liur.

Penyakit-penyakit ini dapat menular melalui batuk dan bersin, dimana terjadi percikan lendir atau air yang mengandung virus penyakit yang dikeluarkan dari mulut atau hidung seorang penderita.

Penderita sakit yang diketahui atau diduga terinfeksi atau terkolonisasi patogen yang dapat ditransmisikan lewat udara, kontak dengan kulit percikan partikel besar (saat berbicara, batuk, bersin dan kontak di permukaan mata) yang dapat menyebarkan organisme.

2. Kontak dengan penyakit menular

Seperti infeksi jamur pada kaki atau kutu air, impetigo – infeksi kulit yang menyebabkan terbentuknya lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah (pustula).

Selain kontak langsung, penyakit ini juga dapat menular melalui partikel lain, seperti handuk, peralatan makan, pakaian, atau bahkan lantai.

Karena daya tahan bayi masih rapuh, sehingga kontak singkat saat dicium juga dapat ditularkan kepadanya.

3. Penyakit mulut

Jika orangtua mengalami bisul mulut, atau masalah mulut seperti karies gigi dan radang gusi, diingatkan sebaiknya jangan mencium anak balita.

Karena, terdapat sejumlah besar bakteri dan mikroorganisme virus tersembunyi di dalam rongga mulut.

Bakteri dan mikroorganisme virus ini akan menyelinap ke mulut anak dan menyebabkan masalah kesehatan,

4. Hepatitis

Tidak tertutup kemungkinan air liur atau keringat penderita hepatitis mengandung virus, yang rentan menginfeksi balita dengan sistem kekebalan yang buruk.

Karena hepatitis A menyebar terutama melalui tinja dan mulut, sedangkan hepatitis B ditularkan melalui suntikan, transfusi darah atau produk darah, kontak dekat, dan rooming-in atau rawat gabung (satu cara perawatan di mana ibu dan bayi yang baru dilahirkan tidak dipisahkan) dan saluran lain. Karena itu, susu, air liur, dan air mata adalah faktor yang tidak aman.

Oleh karena itu, orangtua yang telah didiagnosis menderita hepatitis dan orangtua yang tidak divaksinasi yang sering makan di luar disarankan sebaiknya untuk tidak mencium bayi.

5. Merokok

Orangtua yang memiliki kebiasaan merokok harus menggosok gigi dulu sebelum mencium anak balita.

Di saluran pernapasan perokok mengandung residu nikotin, tar, dan zat beracun lainnya, sementara anak balita sangat sensitif terhadap zat-zat ini dan rentan menyebabkan penyakit pernapasan seperti asma.

6. Kosmetik

Beberapa ibu yang terbiasa merias wajah setiap hari, terkadang langsung melayangkan ciuman sayang atau rindu pada anak balitanya saat pulang kerja.

Karena banyak kosmetik mengandung timbal, merkuri atau bahan kimia lainnya dan estrogen. Zat-zat berbahaya ini dapat dengan mudah menyebabkan keracunan timah kronis dan penyakit lainnya melalui ciuman kepada anak balita.

Hal ini pernah terjadi pada seorang bayi di Amerika Serikat yang keracunan timah karena tanpa sengaja mengecap/makan kosmetik/bedak di wajah ibunya.

Oleh karena itu, orangtua sebaiknya hindari mencium buah hatinya apalagi bayi orang lain saat masih memakai lipstik.

7. Diare

Kurangnya perkembangan fungsi saluran cerna dan sistem kekebalan pada bayi, sangat mudah terinfeksi oleh rotavirus, setiap tahun sekitar 18 juta bayi di Tiongkok mengalami gastroenteritis karena terinfeksi rotavirus.

Rotavirus dapat menyebar melalui mulut, jadi orangtua yang memiliki gejala diare, sebaiknya jangan mencium anak balita.

8. Konjungtivitis (peradangan atau inflamasi yang terjadi pada mata)

Karena masih bayi, dan daya tahan masih lemah terhadap penyakit, sehingga mudah terinfeksi bila dicium oleh mereka yang sedang mengalami (penyakit) konjungtivitis dan penyakit lainnya.

Penderita dapat menularkan ke bayi melalui kotoran mata, air mata, dan tangan yang terkontaminasi dengan kuman dan virus ini, selain itu juga dapat menular melalui ciuman.

9. Menyuapi balita setelah mengunyah

Dengan alasan agar lebih mudah dicerna, beberapa orangtua terbiasa mengunyah makanan, kemudian menyuapi bayinya.

Perlu Anda ketahui, orangtua sering menderita penyakit mulut seperti radang gusi, atau memiliki masalah saluran pencernaan, sementara penyakit-penyakit ini dapat menghasilkan kuman yang mengendap di rongga mulut, sehingga besar kemungkinan anak balita akan terinfeksi kuman-kuman ini apabila memakan makanan yang dikunyah orangtua.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular