Erabaru.net. Memang panti asuhan tidak memiliki sumber daya dan makanan yang cukup, tetapi jangan juga memberikan makanan yang sudah kadaluarsa dan rusak kepada anak-anak, bukan ?

Baru-baru ini terjadi hal seperti disebutkan di atas. Seorang pemilik toko roti mengirim roti yang sudah berjamur ke panti asuhan.

Roti yang sudah kadaluarsa dan tidak layak dikonsumsi itu ditemukan oleh kepala panti dan mengingatkan kepada pemilik toko roti, namun, tak disangka kepala panti itu justru disemprotnya “Banyak tingkah saja, sudah miskin pilih-pilih lagi!”cetus pemilik roti itu.

Ilustrasi. (Foto Pixabay)

Sebenarnya, cukup banyak pemilik toko yang memang bermaksud baik dan tulus mengirimkan sisa makanan atau produk kebutuhan sehari-hari layak pakai ke panti asuhan, namun, sebaliknya tidak sedikit pula pedagang yang memang sengaja mengirimkan produk (makanan) yang sudah rusak atau tidak layak dikonsumsi itu ke panti sosial.

Hal itu membuat risau kepala panti, menurut penuturannya, baru-baru ini “orang-orang tulus” yang mengirim “sisa makanan” kepada mereka tiba-tiba saja meningkat. Namun, roti atau makanan lain seperti sayuran atau susu dan semacamnya itu sudah kadaluwarsa dan tidak layak dikonsumsi.

Tidak hanya merepotkan pihak panti, mereka juga harus meluangkan waktu untuk memilah-milah barang-barang kiriman yang rusak itu.

Wang Haoyu, salah seorang anggota parlemen di Taoyuan County, Taiwan mengatakan, seorang kepala panti yang dikenalnya meneleponnya, ia menceritakan bahwa ada orang yang meletakkan bungkusan roti, kue, dan sushi sisa di pintu gerbang, semua paket bungkusan yang sudah tidak layak dikonsumsi itu ditumpuk berantakan di depan pintu panti asuhannya.

Selain itu, sebuah toko roti yang baru buka di dekatnya juga mengirimkan sekantong penuh roti berjamur.

Kepala panti asuhan tersebut kemudian meluangkan waktu menemui pemilik toko roti, dan dengan ramah mengingatkannya : “Maaf pak, bisakah tolong dipastikan dulu apakah rotinya masih layak dikonsumsi atau tidak baru dikirim?” tuturnya santun.

Tapi tak disangka, kepala panti itu justru disemprot pemilik toko roti : “Sudah miskin pilih-pilih lagi, bukannya bersyukur!”.

Selain itu, kepala panti asuhan juga bingung dengan makanan-makanan sisa seperti lauk pauk yang sudah basi, susu yang sudah kadaluarsa di depan pintu panti asuhannya.

Ilustrasi. (Foto: Jiahungli on Visualhunt / CC BY-SA)

Kadang-kadang bukan hanya kiriman makanan basi, tapi ada juga kaus kaki, pakaian dalam yang sudah rusak dan bahkan bra seksi.

Semua barang-barang yang sudah tak layak pakai ini kemudian ditangani oleh pihak panti sendiri, dan hampir semua panti asuhan di seluruh Taoyuan mendapatkan kiriman seperti itu.

Meskipun anak-anak panti asuhan tidak memiliki orangtua, dan persediaan makanan juga tidak mencukupi, tetapi mereka juga membutuhkan makanan yang bergizi, sehat, dan segar.

Sama seperti anak-anak pada umumnya, mereka juga harus dihormati.

Dihimbau kepada semuanya agar saat menunjukkan cinta kasihnya, tolong bantu disaring dulu kualitas makanan dan bahannya, jangan menimbulkan masalah di tempat penitipan anak.

“Anak-anak itu juga manusia. Dan dimohon kepada masyarakat untuk turut membantu menyebarkan hal ini” kata Wang Haoyu.

Ilustrasi (Foto : anotherlunch.com on Visual Hunt / CC BY)

Coba renungkan sejenak, bagaimana seandainya anak Anda sendiri mendapat perlakuan seperti itu, apa bisa Anda terima ?

Semoga bagi yang mampu bisa mengulurkan tangannya, dan perlakukanlah anak-anak yatim itu layaknya manusia, karena mereka juga perlu dihargai.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular