Erabaru.net. Baru-baru ini terjadi kasus pencurian di Distrik Sanmin, Kaohsiung, Taiwan. Dalam kasus ini pelakunya adalah seorang nenek usia 72 tahun. Namun saat polisi datang untuk mengusutnya, ada alasan yang memilukan di balik itu.

Menurut laporan “Apple Daily”, saat itu nenek yang berusia 72 tahun bermaksud pergi begitu saja tanpa membayar setelah mengambil 2 bungkus mie instant,2 bungkus Chikuwa (bahan makanan Jepang berupa olahan daging ikan berbentuk seperti tabung), sabun mandi dan sebagainya di sebuah supermarket di Distrik Sanmin, Kaohsiung, Taiwan.

Namun, ketika hendak keluar dari supermarket, alarm di pintu masuk tiba-tiba berdering dan memancing kedatangan satpam supermarket.

Petugas keamanan pun segera menghampiri dan bertanya pada si nenek. Akhirnya si nenek mengaku terus terang telah mencuri dan mengeluarkan semua barang curian dari dalam tasnya.

Nilai total barang yang dicuri si nenek sekitar 500 NTD (sekitar 230 ribu rupiah).

Meskipun si nenek mengakui kesalahannya dan terus meminta maaf dan kendati telah dimaafkan namun, karena peraturan, petugas tetap harus memprosesnya sesuai prosedur dengan melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Setelah polisi tiba di tempat kejadian, dan dari hasil investigasi polisi mendapati si nenek tidak memiliki catatan kriminal.

Namun yang membingungkan mereka, si nenek padahal punya uang tunai 600 NTD (sekitar 280 ribu rupiah) di sakunya dan cukup untuk membayar barang-barang yang diambilnya. Lantas mengapa dia mengambil risiko dengan cara mencuri ?

Setelah ditanya lebih lanjut oleh polisi, si nenek baru menceritakan bahwa sehari-hari dia mengandalkan tunjangan lansia untuk bertahan hidup, namun, karena suaminya masih menjalani rawat inap di rumah sakit karena kecelakaan bulan lalu. sehingga mengalami kesulitan ekonomi.

Meskipun memiliki seorang putra yang sudah bekerja, namun penghasilannya juga tidak menentu, dan karena tak ingin membebaninya, jadi si nenek pun tidak meminta uang padanya.

Dalam keadaan terdesak, sehingga terlintas pikiran negatif dalam benaknya dengan melakukan pencurian.

Tak disangka, terdapat faktor menyedihkan yang membuatnya terpaksa melakukan pencurian di supermarket.!

Meski si nenek sangat menyesal atas perbuatannya, dan sadar bahwa mencuri adalah perbuatan yang tidak terpuji, namun, kendati simpati dengan yang dialami si nenek, polisi tetap harus memprosesnya sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Kendati demikian, perkembangan dari kasus itu kemudian berkembang super mengharukan!

Polisi setempat langsung membelikan makanan untuk si nenek, bahkan keesokannya membantu menyiapkan sembako seperti minyak, beras dan kebutuhan pokok lainnya untuk si nenek.

Selain itu, polisi membantu mengajukan permohonan bantuan kesejahteraan sosial ke lembaga terkait.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk menyumbangkan beberapa kebutuhan pokok dan mengumpulkan kekuatan masyarakat untuk membantu nenek sekeluarga melalui masa-masa suilit.

Si nenek yang sudah bersalah merasa sangat terharu dan menitikkan air mata karena masih mendapatkan bantuan dari polisi.

Tak disangka, di luar undang–undang hukum pidana, masih ada hal yang begitu menghangatkan sanubari, dan tindakan polisi yang baik hati itu juga seketika mendapat acungan jempol dan pujian dari masyarakat setempat.( jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular