Erabaru.net. Seringkali kita kecewa karena anak menolak makan makanan yang telah kita hidangkan berdasarkan resep yang sehat dan lezat yang kita dapatkan. Kita pun cemas dengan nutrisi yang didapat oleh anak yang rewel tersebut yang berguna untuk pertumbuhannya.

Saat anak menolak makan, sebagai ibu seringkali kita membujuknya untuk makan dengan cara yang berbeda. Bahkan sampai mengancam, memarahi, melarang anak bermain atau menolak memberi hadiah untuk anak.

Tetapi anak masih saja bersikeras menolak makan. Daripada marah dan frustrasi, mari kita cari tahu mengapa anak bersikap seperti itu.

Ada banyak alasan untuk anak tidak mau makan, seperti:

  • Adakah kesenjangan yang cukup antara waktu makan anak?
  • Apakah makanan disiapkan sesuai dengan selera anak?
  • Apakah anak terbiasa ngemil sebelum makan?
  • Apakah anak aktif, energik dan cukup berolahraga fisik?

Jika jawabannya tidak, maka Anda perlu memperbaikinya.

  • Pastikan waktu makan anak dijadwalkan dengan benar dan minimal harus berjarak antara 3-4 jam antara setiap kali makan.
  • Pastikan bahwa makanan yang disiapkan sangat menarik selera makan anak.
  • Anda harus menghindari pemberian makanan ringan minimal setengah jam sebelum makan, karena hal ini akan menghilangkan nafsu makan.
  • Jika anak tidak energik atau tidak aktif, mungkin ia tidak merasa lapar saat makan.

Jika anak masih tetap menolak makan setelah mempertimbangkan poin di atas, mungkin ada beberapa alasan yang mendasarinya.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa anak menolak untuk makan:

1. Anak memiliki rasa sensitif

Beberapa anak terlahir dengan lebih banyak citarasa di permukaan lidahnya, sehingga menjadi sangat peka terhadap citarasa dan akan menolak makan makanan yang rasanya tidak enak.

2. Konsentrasi anak terganggu

Sudah menjadi kebiasaan umum bahwa anak makan saat menonton TV atau video, di mana hal ini merusak selera makan anak dan mengganggu konsentrasinya untuk makan.

3. Pergerakan usus yang tidak beraturan

Jika anak mengalami buang air besar yang tidak teratur atau mengalami kesulitan buang air besar, maka ia akan segera tidak nafsu makan. Hubungan antara kebiasaan makan dan saluran pencernaan anak sering diabaikan oleh orangtua. Usahakan agar anak buang air besar secara teratur supaya nafsu makan kembali.

4. Terlalu banyak pilihan

Jika Anda memberi anak beragam makanan dan terlalu banyak pilihan, maka sekarang saatnya untuk menguranginya. Dalam kasus ini, anak akan menjadi bingung dan menolak semua makanan. Suruh anak memilih karbohidrat (nasi atau roti) dan sayuran yang telah disiapkan.

5. Masalah kesehatan atau penyakit

Jika anak baru saja pulih dari sakit, mungkin ia mendapati makanan itu hambar. Dalam kasus ini penting untuk memberi waktu pada anak untuk pulih sepenuhnya dan mencicipi makanan secara normal lagi. Memaksa anak untuk makan akan berdampak negatif padanya.

6. Tidak suka tekstur tertentu

Jika anak menyukai nasi agak lembek, pastikan Anda menyiapkannya persis seperti itu. Bila Anda menghargai pilihan anak, maka anak tidak akan mengecewakan Anda.

7. Alergi makanan

Alergi makanan tertentu dapat mencegah anak untuk makan makanan jenis tertentu. Mungkin anak menderita alergi tanpa Anda sadari. Jika anak secara konsisten menolak jenis makanan, cobalah untuk cari tahu apakah anak sedang menderita sesuatu setelah memakannya atau tanyakan pada anak mengapa ia menolak makanan tersebut.

8. Lingkungan di rumah

Apakah Anda memberikan makanan terpisah untuk anak sementara anggota keluarga menikmati makanan lain? Kemungkinannya adalah anak telah bosan dengan “makanan bayi” yang Anda berikan padanya.

Cobalah untuk mengajak anak makan menu keluarga. Jika anggota keluarga makan makanan pedas yang Anda takuti mungkin tidak sesuai dengan keinginan anak, cobalah untuk membuat bagian makanan anak tanpa rasa pedas, mungkin anak akan melahapnya.(vivi/yant)

Sumber: boldsky

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular