EpochTimesId – Beberapa hari lalu, Kim Jong-un didampingi istrinya Ri Seol-ju melakukan kunjungan rahasia ke Beijing untuk menemui Xi Jinping. Padahal, hubungan diplomatik kedua negara tersebut sedang berada dalam kondisi terpuruk.

Beberapa analis berpendapat bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk menurunkan tekanan dan sanksi Internasional yang dipimpin Amerika Serikat terhadap Korea Utara.

Media Korea Selatan ‘Chosun Ilbo’ memberitakan bahwa, pertemuan Kim – Xi kali ini jelas memiliki hubungan langsung dengan rencana pertemuan selanjutnya. Pertemuan itu adalah antara Kim Jong-un dengan Moon Jae-in, dan juga dengan Donald Trump pada bulan April dan Mei mendatang.

Kunjungan Kim Jong-un diatur setelah Kim Jong-un memastikan diri untuk menghadiri pertemuan dengan Moon dan Trump.

Ada analis yang berpendapat bahwa Xi Jinping berkepentingan untuk menjajaki pikiran Kim Jong-un. Xi perlu memahami topik apa saja yang ingin dibicarakan dalam pertemuan Kim dengan Trump nanti.

Jacques deLisle, seorang profesor hukum di University of Pennsylvania dalam wawancaranya dengan Bloomberg mengatakan, pihak Tiongkok berharap sedapat mungkin memahami gagasan Korea Utara. Dengan demikian komunis Tiongkok bisa mengambil sikap apakah perlu mengambil posisi untuk melibatkan diri dalam pertemuan Kim-Trump. Tentunya demi memainkan peran pengaruhnya yang masih kuat terhadap Korut.

Seorang pejabat AS yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada Reuters mengatakan, sebelum pertemuan puncak antar kedua Korea dan antara Kim Jong-un dengan Trump, Baik Xi Jinping maupun Kim Jong-un sama-sama memiliki alasan untuk saling bertemu.

Menurut pejabat tersebut, Xi pernah bertemu dengan Trump, keduanya sudah memahami satu sama lain. Namun, meskipun hubungan Tiongkok dengan Korea Utara sedang memburuk akhir-akhir ini, Xi Jinping perlu mengetahui apa saja gagasan Kim dalam menghadapi pertemuan dengan Moon Jae-in dan nantinya dengan Trump. Sehingga Xi mampu memaikan peran pengaruh Tiongkok yang masih cukup besar.

Menurut analisis lain, dalam tiga dialog antara AS, Korea Selatan, dan Korea Utara, Tiongkok tampaknya tidak ingin dikucilkan. Tiongkok ingin ditempatkan sebagai pihak di luar arena.

Video Pilihan Erabaru Chanel :

Mungkin alasan ini yang mendesak diadakannya pertemuan antara Xi Jinping dengan Kim Jong-un, baik diakui secara resmi atau tidak.

Scott Snyder, peneliti senior dari Council on Foreign Relations, bagian hubungan luar negeri sebuah think tank AS mengatakan, kunjungan Kim ke Beijing menunujukkan bahwa Tiongkok sangat berminat untuk tetap berada dalam ‘arena permainan’. Xi Jinping tidak ingin menjadi orang ketiga yang menemui Kim Jong-un.

Pertemuan tersebut mungkin dapat mempengaruhi dialog antara Kim dengan Moon, maupun dengan Trump.

Huang Zaihao, profesor studi internasional di Hankuk University of Foreign Studies mengatakan, bahwa Korea Utara tampaknya berniat untuk memulihkan hubungan persahabatan dengan Tiongkok.

Hubungan mereka akan tetap terjaga jika pertemuan dengan Xi Jinping digelar sebelum Kim bertemu dengan Trump. Hubungan baik antar rezim komunis diyakini untuk memastikan dan memberikan laverage maksimum dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.

Media ‘Chosun Ilbo’ mengutip pakar keamanan nasional menjelaskan, pemahaman dan kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan Kim-Xi Jinping dapat mengubah kerangka negosiasi denuklirisasi di Korea Utara.

Kim dapat saja nantinya menggunakan kesepakatan yang dicapai dengan Xi Jinping baru-baru ini sebagai pegangan yang dibawa menuju pertemuan dengan Trump nanti. Alasan tersebut tidak dapat diremehkan. (Chen Juncun/ET/Sinatra/waa)

Video Pilihan :

Share

Video Popular