Erabaru.net. Seorang pria muda yang gagah dan tampan masuk ke restoran bersama dengan seorang pria tua, dan dia tak lain adalah ayah pria muda itu.

Pria tua itu pun menikmati makanannya, namun, mungkin karena faktor usia, sehingga banyak makanan yang menempel di muka dan pakaiannya saat makan.

Sementara itu, para tamu lain yang duduk di sekitar mejanya merasa pria tua itu jorok. Namun, pria muda tampan itu tidak banyak bicara, ia tetap menikmati makanannya dengan tenang sampai pria tua itu selesai makan.

Usai makan, pria muda itu kemudian dengan tenang meminta billing pada pelayan. .

Lalu, dengan tenang dia berjalan ke sisi pria tua itu, menyeka sisa makanan yang menempel di wajah dan membersihkan pakaiannya, kemudian memapahnya pergi.

Pada saat itu, tampak seorang pria setengah baya di antara kerumunan orang yang kasak kusuk tentang pria tua itu berdiri dan memanggil si pria muda tampan dan berkata : “Maaf tuan, apa ada sesuatu milik Anda yang tertinggal di sini ?”

Pria tampan itu tahu betul bahwa selain ayahnya, dia tidak membawa apa-apa, “Terima kasih, saya hanya membawa ayah saya,” katannya dengan santun.

“Tidak, Anda punya lainnya,” sahut pria setengah baya itu. “ Anda telah memberi pelajaran yang berharga pada setiap anak, dan harapan kepada setiap ayah.”

Sementara itu, para tamu yang barusan kasak-kusuk pun diam seketika, semuanya membisu dalam keheningan.

Ilustrasi.(Foto : pixabay)

Ada juga cerita seperti berikut ini.

Ada sepasang suami istri yang sangat menyayangi anaknya, mereka selalu memberi makanan yang paling enak dan memanjakan anaknya.

Sementara itu, karena faktor usia, seorang nenek yang duduk di sisi cucunya, tanpa sengaja menumpahkan makanan saat mengambil lauk pauk di atas meja makan.

Melihat itu, si istri tampak tidak senang, lalu dia pun langsung menegur nenek dengan sikap yang tidak pantas : “Orang tua yang tidak berguna, ambil sayur saja sampai tumpah, sudah bikin kotor mubazir lagi.”gerutunya dengan muka masam.

Pemandangan semacam ini selalu terulang setiap hari di meja makan. Ibu si anak selalu antipati pada nenek.

Setiap saat makan, dia selalu mengambil semangkuk nasi, dan disodorkan dengan kasar ke hadapan nenek.

Sementara itu, ayah si anak yang menyaksikan sikap kasar istri terhadap nenek juga tidak mengatakan apa pun, ia selalu diam tak bersuara, dan membiarkannya.

Si nenek hanya bisa menangis secara diam-diam, menyantap nasinya sambil duduk di samping tempat sampah di depan pintu dapur.

Sampai suatu hari terulang lagi hal seperti itu, ketika ibu si anak menyodorkan semangkuk nasi ke hadapan si nenek dengan kasar…Anaknya atau cucu si nenek tiba-tiba berteriak kepada ibunya, “Gak bisa pelan ya naruh mangkuk nasinya?”

Ilustrasi.(Foto :photoac)

Mendengar itu, ibunya dengan lembut berkata pada putranya, “Mangkuk ini juga sudah jelek, nak. buang saja kalau pecah.”

Namun, dengan tatapan tajam, anaknya dengan lantang berkata : “Apa! dibuang?! Mangkuk ini masih mau kupakai saat kalian tua nanti !”katanya yang membuat orangtuanya terhenyak seketika.(jhn/yant)

Sumber: twgreatdaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular