Seorang Pembuat Film Sembuh dari Diabetes Setelah Berlatih Falun Gong

164
Orang-orang Irlandia sedang berlatih Falun Gong di Cork (Sumber foto: Minghui.org)

Erabaru.net. Setelah beberapa bulan berlatih Falun Gong, seorang pembuat film dari Irlandia ini mengatakan bahwa diabetes yang selama ini dideritanya benar-benar hilang.

Pada tanggal 8 Juli, surat kabar Irish Independent melansir berita tentang pembuat film Pádraig Ó Dálaigh yang sebelumnya dimuat di Kerryman, sebuah surat kabar lokal di wilayah Kerry.

Mr Pádraig pertama kali mengetahui tentang Falun Gong (atau Falun Dafa) melalui teman-temannya di sekolah Trinity, yang adalah bagian dari Universitas Dublin 10 tahun yang lalu. Namun, dia baru berlatih sistem qigong ini beberapa bulan yang lalu, setelah dokter mendiagnosa dia dengan diabetes tipe satu.

Pembuat film tersebut berbicara kepada Kerryman, “Diabetes tampaknya benar-benar hilang dan saya merasa kesehatan saya membaik setelah hanya beberapa bulan berlatih Falun Gong, sebuah latihan kultivasi jiwa raga yang berdasarkan atas tiga prinsip utama, yakni Sejati, Baik dan Sabar.”

Dia mengatakan bahwa sebelumnya, dia telah berulang kali pingsan di tempat kerja dan harus menjalani empat suntikan setiap hari.

Dokter mengatakan, “Saya harus menjalani tindakan pengobatan ini selama sisa hidup saya karena ini adalah penyakit kronis. Tapi sekarang, saya tidak minum obat apapun dan belum menerima suntikan obat apapun lagi selama lima minggu.”

Pádraig Ó Dálaigh (paling kanan) terbebas dari diabetes setelah berlatih Falun Gong (Sumber foto: Pádraig Ó Dálaigh / Facebook)

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Kerryman, Pádraig mengatakan bahwa para praktisi Falun Gong di Tiongkok, saat ini menjadi korban pengambilan organ hidup-hidup secara paksa, yang didalangi oleh Pemerintah Tiongkok sendiri.

Ini juga merupakan topik utama dari sebuah film yang dia dan rekan-rekannya baru saja edit, dan diputar di hadapan anggota kongres Irlandia minggu lalu.

Mr Pádraig mengatakan bahwa organ-organ tubuh praktisi Falun Gong diyakini lebih disukai karena mereka yang berlatih Falun Gong adalah orang-orang yang menjalani “gaya hidup yang sangat baik dan sangat sehat.”

Berbeda dengan negara-negara lain di dunia, pemerintah Tiongkok menindas Falun Gong saat mereka melihat ada begitu banyak orang yang berlatih, diperkirakan ada sekitar 70 sampai 100 juta orang yang berlatih pada tahun 1999 di Tiongkok saja.

Itupun hanya berdasarkan perkiraan Pemerintah dan praktisi, sedang jumlah yang sesungguhnya sangat mungkin lebih banyak dari itu.

Kampanye penindasan yang terjadi di seluruh negeri diikuti dengan kampanye propaganda yang memfitnah serta mempropagandakan bahwa Falun Gong adalah sebuah kultus jahat dan sesat, dilakukan untuk membuat publik mengalihkan pandangan mereka dari latihan yang sebelumnya paling disukai banyak orang di Tiongkok.

Menurut kesimpulan dari Mantan Sekretaris Negara Kanada David Kilgour dan pengacara hak asasi manusia David Matas dalam laporan “Bloody Harvest,” yang isinya adalah tentang pengambilan organ di Tiongkok, label kultus jahat adalah hanya sebuah alat yang diciptakan untuk penganiayaan, dan bukan sebagai alasan utama penganiayaan.

Mr. Pádraig memberi tahu Kerryman, “Pemerintah Tiongkok sangat menekan mereka (praktisi Falun Gong), menahan dan memenjarakan mereka di kamp kerja paksa, di mana mereka disiksa, bahkan dieksekusi mati.”

“Mereka yang bepergian ke Tiongkok untuk menjalani transplantasi organ biasanya tidak mengetahui dari mana asal organ yang mereka peroleh, tapi sekarang sudah diketahui dan diterima secara luas bahwa sebagian besar organ untuk transplantasi yang dilakukan di Tiongkok, adalah diambil dari tahanan hidup yang sengaja dieksekusi untuk diambil organnya,” kata Pádraig.

Laporan terbaru di tahun lalu menunjukkan bahwa di Tiongkok, korban utama pengambilan organ adalah para praktisi Falun Gong, selain itu juga ada orang Muslim Uyghur, orang Tibet, dan orang Kristen bawah tanah.

Surat kabar Irlandia menerbitkan berita tentang pembuat film Pádraig Ó Dálaigh, yang sembuh dari diabetes setelah berlatih Falun Gong (Sumber foto: Independent.ie).

Pada sesi dengar pendapat, yang diadakan pada tanggal 6 Juli tahun lalu, pengacara hak asasi manusia David Matas dan jurnalis penyelidik Ethan Gutmann, menyarankan agar para pemimpin negara itu menyetujui larangan perjalanan ke Tiongkok untuk tujuan transplantasi organ, menurut Irish Times. Hal ini dilakukan juga di negara lain seperti Israel, Taiwan dan Spanyol.

Pengacara Matas dan jurnalis Gutmann telah dinominasikan sebagai penerima penghargaan Nobel perdamaian berkat kontribusi mereka, untuk mengungkap pengambilan organ di Tiongkok.

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sistem meditasi kultivasi diri berdasarkan prinsip universal “Sejati, Baik, Sabar”. Latihan ini diperkenalkan kepada publik oleh Mr. Li Hongzhi pada tahun 1992 di Tiongkok.

Saat ini, latihan Falun Dafa telah dipraktekkan oleh lebih dari 100 juta orang di 114 negara.

Tapi latihan meditasi damai ini dianiaya secara brutal di Tiongkok sejak tahun 1999. Untuk info lebih lanjut, silakan kunjungi: www.falundafa.org dan www.faluninfo.org.