ErabaruNews – Seorang pejabat pemerintah Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok tidak akan membiarkan pihak asing campur tangan dalam isu agama. Pernyataan pada 3 April 2018 tersebut telah mengingkari kesepakatan yang ditandatangani dengan pihak Vatikan.

Tiongkok juga otomatis mematahkan harapan Vatikan guna bisa mengendalikan Gereja Katolik Roma di Tiongkok. Harapan Vatikan tersebut nyaris mustahil.

New York Times dalam laporannya menyebutkan bahwa Wakil Direktur Kantor Urusan Agama Tiongkok, Chen Zongrong dalam pidato pengarahan dinas mengatakan, “Saya pikir dalam masyarakat di dunia, tidak ada agama yang tidak mengindahkan kepentingan negara.”

Chen Zongrong menekankan bahwa pemerintah Tiongkok akan terus melakukan pengontrolan yang ketat terhadap semua organisasi keagamaan di Tiongkok, termasuk niat para penganutnya.

Kontroversi antara Tiongkok komunis dengan keuskupan Roma sudah timbul sejak beberapa dekade terakhir. Rumor yang beredar baru-baru ini menyebutkan bahwa Vatikan mungkin telah menandatangani perjanjian dengan Beijing.

Perjanjian yang memicu kritik luar biasa dari publik Katolik di seluruh dunia. Beberapa pemimpin Katolik memperingatkan bahwa kompromi dengan pemerintah Tiongkok komunis dapat mengkhianati kaum penganut gereja ‘bawah tanah’ Tiongkok.

Pengikut gereja ‘bawah tanah’ sedang menghadapi tekanan dan penganiayaan dari rezim otoriter. Vatikan meminta para uskup gereja bawah tanah untuk mundur agar pengaruh Vatikan di gereja-gereja Tiongkok Daratan bisa pulih kembali.

Paus Fransiskus telah mengirim utusannya ke Beijing untuk berunding mencari titik temu. Namun, pekan lalu juru bicara Vatikan membantah bisa mencapai kesepakatan dengan Beijing dalam waktu dekat.

Salah satu ketentuan inti dari perjanjian antara Vatikan dengan Beijing adalah menyangkut wali gereja bawah tanah Mingdong, uskup Guo Xijin. Vatikan meminta Guo menyerahkan jabatannya kepada uskup yang ditunjuk pemerintah.

Guo Xijin telah ditangkap sebelum hari Paskah dan dipaksa meninggalkan keuskupan Mingdong.

Kepada New York Times pada bulan lalu Guo Xijing mengatakan bahwa ia tidak keberatan untuk mundur jika itu memang kehendak Vatikan. Tetapi dia memperingatkan bahwa pemerintah komunis Tiongkok sebenarnya sedang berusaha memutus hubungan antara gereja Katolik Roma di Tiongkok dengan Vatikan.

Tahun 1951, hubungan antara Vatikan dengan RRT terputus.

Meski pemerintah tidak melarang kegiatan agama Katolik di Tiongkok, seperti umat Katolik dapat merayakan hari Paskah. Sehingga gereja yang terletak di Wangfujing, Beijing penuh sesak oleh umat yang datang berdoa.

Namun, Vatikan tidak mengakui ketujuh uskup yang ditunjuk oleh pemerintah Tiongkok. Sebaliknya, Vatikan secara diam-diam menunjuk Guo Xijin dan uskup lain untuk memimpin gereja bawah tanah.

Wakil Direktur Kantor Urusan Agama Tiongkok Chen Zongrong dalam siaran persnya mempresentasikan hak-hak beragama dalam konstitusi Tiongkok yang tidak mengakui adanya keuskupan ‘bawah tanah’.

Video Pilihan Erabaru Chanel :

Pemerintah Tiongkok akhir-akhir ini justru lebih memperketat kontrol di berbagai aspek atas kegiatan keagamaan. Termasuk beraktivitas pada tempat-tempat bisnis dan lokasi acara terbuka.

Menurut data yang tercatat pada pemerintah Tiongkok bahwa ada sekitar 6 juta orang warga Tiongkok yang menganut agama Katolik Roma. Tetapi angka tersebut tidak termasuk penganut gereja ‘bawah tanah’.

Namun data pihak berbeda menunjukkan bahwa penganut agama Katolik Roma di Tiongkok sudah melebihi 12 juta orang. (Qin Yufei/ET/Sinatra/waa)

Share

Video Popular