ErabaruNews – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un baru-baru ini berkunjung ke Beijing untuk menemui Xi Jinping. Media resmi kedua negara telah memberitakan kunjungan tersebut kepada dunia luar.

Kini muncul foto dan gambar video tentang situasi di perbatasan, khususnya pada jembatan Sungai Yalu. Jembatan itu menjadi jalan utama untuk menghubungkan kedua negara.

Terlihat sejumlah truk besar dan mobil ‘pick-up’ dengan muatan barang penuh hilir mudik di atas jembatan Sungai Yalu. Mereka sedang menuju ke wilayah Korea Utara.

Video yang diunggah ke internet menunjukkan waktu rekaman pada 29 Maret 2018, sehari setelah Kim Jong-un kembali dari kunjungannya ke Tiongkok.

Dari video yang diunggah terlihat bahwa sejumlah truk dari yang berat sampai yang ringan sedang menunggu antrian untuk melewati jembatan Yalu. Sayangnya, pemirsa tidak bisa melihat jenis barang yang berada dalam truk yang tertutup ataupun terbungkus dalam karung.

Tiongkok diduga menggelontorkan bantuan kemanusiaan untuk Korea Utara. Padahal Korut sendiri tengah dijatuhi sanksi embargo ekonomi dan bahkan embargo bantuan kemanusiaan oleh komunitas Internasional. Bahkan, sanksi untuk Korea Utara kini semakin ketat.

Selain memuat karung yang diduga berisi bahan makanan, ada satu dua truk yang tampaknya bermuatan kabel, produk baja dan produk lainnya. Produk-produk Tiongkok tersebut kini tengah mendapat hambatan kenaikan tarif impor oleh Amerika Serikat.

Media Korea Selatan ‘Daily NK’ pada 30 Maret 2018 melaporkan bahwa setelah kunjungan ‘tak resmi’ Kim ke Beijing itu tersebar, ada bocoran informasi dari sumber dalam pemerintahan Korut. Dia mengatakan, Kim Jong-un mengharapkan ‘pelonggaran sanksi terhadap Korut’.

Sumber yang berasal dari Ryanggang do menyebutkan, banyak analis berpendapat bahwa Kim Jong-un yang belum pernah ke luar negeri sejak berkuasa tiba-tiba berkunjung ke Tiongkok. Kondisi itu diduga kuat karena pundi-pundi keuangannya sudah hampir habis. Rezim Kim sedang mengalami kesulitan yang telah mencapai ambang batas.

“Karena sejak Kim berkuasa, ia telah menghabiskan terlalu besar anggaran untuk pengembangan nuklir dan senjata militer. Karena itu orang-orang berspekulasi seperti itu. Bahkan ada orang mengatakan, Kim Jong-un mungkin telah menghabiskan seluruh dana yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya (Kim Jong-il),” ujar sumber anonim tersebut.

Kemudian, sumber dari Phyonganbuk do menyampaikan, “Banyak orang mengatakan bahwa Tiongkok telah menurunkan bantuannya. Banyak orang berpendapat bahwa cepat atau lambat sanksi akan dilonggarkan.”

Meskipun demikian, beberapa orang yang berpandangan negatif. Mereka pesimis bantuan yang diberikan Tiongkok akan bermanfaat bagi rakyat Korut.

Video Rekomendasi Erabaru Chanel :

Bantuan diduga hanya akan dipakai untuk mengembangkan Gangwon Horse Resort Ridge Ski, Gunung Kumgang, Kaesong dan konstruksi kota wisata lainnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan bantuan digunakan untuk pengembangan daerah Wongsan, dan uji coba rudal atau pengembangan senjata nuklir.

Pendapat internasional juga percaya bahwa kali ini Kim Jong-un berkunjung ke Beijing pasti ada permintaan yang tinggi. Selain itu, jangan-jangan kereta api berwarna hijau yang berjumlah 21 gerbong yang membawa delegasi Kim Jong-un ke Beijing itu ‘berangkat kosong pulang penuh muatan’.

Kejadian yang terekam dalam foto dan video tersebut terjadi pada hari kedua setelah Kim Jong-un pulang dari kunjungannya ke Beijing. Ironisnya, konvoi bantuan Tiongkok untuk Korea Utara dikirim ketika sanksi baru internasional terhadap Korea Utara.

Sanksi baru terhadap Korea Utara diharapkan memberikan tekanan yang lebih kuat, sehingga membuat Korea Utara menghentikan program nuklirnya.

Jika video ini benar, cukup menarik untuk menguak apa pertimbangan politik dan ekonomi di balik peristiwa ini?

Tapi jika video ini tidak aktual, apa tujuan dari publikasi video tersebut dalam situasi saat sekarang? (NTDTV/Sinatra/waa)

Share

Video Popular