Erabaru.net. Mayissa, seorang wanita hamil asal Suriah yang tengah mengandung sembilan bulan ini bersiap melahirkan anaknya, namun, tak disangka ia dihujani rentetan serangn udara dalam perjalanan ke rumah sakit! Mayissa yang hamil tua itu pun terluka parah. Untungnya, tim penyelamat menemukannya dan segera melarikannya ke rumah sakit.

Menurut laporan Channel 4 news, Mayissa akan segera melahirkan ketika tiba di rumah sakit, lengan dan kaki kanannya tampak berlumuran darah imbas dari serangan udara itu.

Kondisi fisik Mayissa sangat lemah, tidak hanya terluka, tetapi bayinya juga akan segera lahir. Dia terbaring lemah di ruang operasi, dan perlahan-lahan kondisinya mulai stabil setelah luka-lukanya mendapat penanganan darurat oleh tim dokter.

Untuk menghindari kematian bayi di dalam perut Mayissa, tim medis berupaya menyelamatkan bayi di dalam perutnya, dan dokter memutuskan melakukan operasi caesar.

Pisau bedah pun membedah perut Mayissa dan mengeluarkan bayinya. Bayi mungil itu tampak pucat pasi saat dikeluarkan dari dalam perut Mayissa, namun, tidak bergerak, ternyata dia kehilangan napas dan detak jantungnya berhenti.

Tetapi tim dokter tidak mau menyerah, mereka berupaya menyelamatkan bayi tersebut.

Dokter memotong tali pusar, memijat tubuhnya sambil mencengkram kakinya, kemudian mengangkat dan membalikkan seluruh badan si bayi dengan posisi terbalik, untuk melancarkan saluran pernapasan.

Untung tak lama kemudian, bayi itu tampak membuka matanya dan menangis, dan alhamdulillah bayi itu hidup kembali.

Mayissa dan buah hatinya selamat dan dinyatakan sehat.

Sepenggal video yang mendebarkan sekaligus menyentuh hati ini telah ditonton lebih dari 29 juta netizen sejak ditayangkan kembali. beberapa waktu lalu.

Beberapa netizen percaya bahwa Mayissa bertekad melahirkan anaknya demi keturunannya. Dan bayi yang lolos dari maut dalam kecamuk perang itu pasti akan tumbuh sehat sentosa.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular