Erabaru.net. Rambut panjang hitam yang tergerai indah adalah mahkotanya kaum hawa. Namun, berbalik dengan gadis ayu dari Shandong, Tiongkok ini. Atas kemauannya sendiri dia bersedia menjadi seorang guru relawan di desa terpencil, dan untuk mengurangi waktu berdandan, dia pun membotaki kapalanya, mengagumkan !

Fu Yi-ran, gadis 23 tahun kelahiran tahun 1995 saat ini masih kuliah semester IV, namun, 8 Maret lalu dia pergi sendiri ke desa terpencil di Daliang Mountain, Provinsi Sichuan, Tiongkok dan menjadi guru relawan.

“Saya sendiri juga tidak tahu siapa yang memberi saya keberanian untuk ke daerah ini, tetapi saya tahu anak-anak membutuhkan saya,”katanya saat diwawancarai.


Karena tidak perlu berdandan sebagai pengajar di desa, tak disangka dia pun memutuskan untuk mencukur habis rambut panjangnya setelah 9 hari hari tinggal di sana, agar dapat lebih berkonsentrasi pada siswal.

Dia menuturkan tidak berani membuka matanya ketika memotong rambut sampai rambutnya menjadi terang benderang alias botak, dia pun menitikkan air mata bahagia.

“Dengan penampilan baru ini, bukan saja bisa menghadapi jati dirinya yang sebenarnya, tetapi juga tampak lebih sederhana dan menghemat waktu, dan bisa sepenuh hati menjadi seorang guru sukarela. Lagipula rambut masih bisa tumbuh lagi,”katanya.

Keputusannya ini juga membuat dirinya yang notabene adalah seorang mahasiswi yang hidup dalam suasana hiruk pikuk di kota merasa benar-benar seperti seorang guru yang bisa berbaur bersama anak-anak pedesaan.

Meski sumber daya pendidikan di pedesaan sangat minim, anak-anak hanya dapat belajar di ruang kelas yang dibangun darurat, kursi dan meja belajar di dalam kelas juga tidak cukup bagi banyaknya siswa, sehingga anak-anak terpaksa belajar sambil berdiri.

Namun anak-anak tampak antusias dan haus akan pengetahuan, mereka melihat harapan bisa meninggalkan kemiskinan di daerah pedesaan dengan hadirnya seorang guru.

“Anak-anak adalah motivasi terbesar saya sebagai guru relawan!”kata guru cantik Fan Yi-ran.

Meskipun makan ala kadarnya setiap hari, dan sinyal ponsel juga tidak stabil, tetapi guru muda nan cantik itu ikhlas menjalani hidup yang serba sulit di desa.

Dia merasa tidak akan meninggalkan penyesalan apa pun mengajar di pedesaan di usianya sekarang. Kendati suatu saat dia akan kembali ke kota, tetapi ia juga ingin mengajar siswa-siswa yang polos itu dalam waktu yang terbatas dan memberikan nuansa yang berbeda pada anak-anak.

Tidaklah mudah untuk membuat keputusan seperti itu, selain harus meninggalkan segalanya dan hidup di desa, kemudian harus mencukur rambut hingga botak demi menghemat waktu.

Dan mungkin karena tindakakannya ini, sehingga membuat nasib anak-anak di daerah pedesaan itu telah mengalami perubahan, dan ini adalah balasan terbesar dalam perjalanan sang guru cantik Fan Yi-ran!(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular