Erabaru.net. Pada suatu daerah di luar negeri sana, ada seorang bernama Mr. Liu memiliki dua anak, yang perempuan bernama Lin-lin, sementara anak laki-lakinya bernama Dong-dong, hidup mereka sangat bahagia.

Dikarenakan anak perempuannya selalu berkeringat setelah terlelap dalam tidurnya, Mr.Liu lalu membeli beberapa kotak minuman/suplemen untuk perawatan kesehatan.

Setelah minum beberapa botol ukuran kecil, Mr. Liu kemudian membagikan 14 botol kecil minuman suplemen karena melihat putrinya begitu lahap menghabiskan suplemen itu.

Tak lama kemudian, ketika neneknya mencuci pakaian Lin-lin, ia melihat celana dalam yang dipakai Lin-lin selalu ada sesuatu yang kotor seperti keputihan, payudaranya juga semakin besar dari hari ke hari, besarnya seukuran telur ayam!

“Saya terkejut ketika melihatnya sudah menstruasi, celana dalamnya juga harus diganti beberapa kali dalam satu hari!” Tapi yang lebih membingungkan, Dong-dong cucu laki-laki saya juga mengalami gejala pertumbuhan payudara, besarnya seukuran buah jujube,” kata neneknya.

Mereka pun segera membawa Lin-lin dan Dong-dong ke rumah sakit kabupaten di Provinsi itu.

Bocah perempuan sekecil ini sudah tumbuh payudara dan sudah menstruasi, ini adalah kasus yang terbilang langka, kata dokter setempat.

Sang dokter kemudian menyarankan mereka diperiksa di rumah sakit di kota.

Setelah mendengar saran dokter, Mr.Liu pun segera membawa putrinya ke rumah sakit di kota, dan hasil diagnosis dokter menyatakan bahwa putri Mr.Liu mengalami pubertas dini.

Makanan apa yang bisa menyebabkan pubertas dini ?

1. Daging unggas, belut sawah, udang, terutama leher unggas:

Unggas yang tersedia di pasar, budidaya ikan atau udang saat ini, sebagian besar dikembangbiakkan dengan kandungan mempercepat pertumbuhan hewan ini. Bahan-bahan yang digunakan untuk mempercepat proses pertumbuhan daging unggas terutama terkonsentrasi pada kelenjar di bagian leher dan kepala unggas.

Oleh karena itu, dengan mengonsumsi leher bebek, angsa domestik dan unggas sejenisnya akan berisiko mengalami pubertas dini.

2. Buah-buahan dan sayuran yang tidak sesuai dengan musimnya:

Buah strowberi, anggur, semangka, tomat dan sebagainya di musim dingin, dan buah pir, apel, jeruk dan persik yang telah dipasarkan sebelum musimnya, hampir semuanya itu dimatangkan dengan bantuan bahan kimia pematangan cepat, jadi sebaiknya pastikan jangan sampai dikonsumsi anak-anak usia dini.

Buah-buahan yang terlalu cerah/segar (sedap dipandang) itu acapkali telah disuntik dengan bahan pematangan cepat, jadi sebaiknya dihindari.

Buah leci yang tampak segar dan makanan-makanan lain, dimana karena pada makanan (buah/sayuran) itu sendiri mengandung zat tertentu yang mirip dengan estrogen manusia, jadi tidak tertutup kemungkinan juga akan memicu pubertas prekoks (pubertas dini).

3. Makanan suplemen yang dapat digunakan sebagai jamu/obat:

Termasuk Cordyceps sinensis (jamur ulat), ginseng, lengkeng kering, leci kering, astragalus dan sebagainya. Menurut kedokteran Tiongkok, bahwa jenis makanan (suplemen) yang lebih bergizi, akan semakin rentan mengubah lingkungan endokrin normal anak-anak, sehingga ketidakseimbangan pada pertumbuhan fisik dan mentalnya.

Makanan (suplemen) lainnya seperti: ulat pupa bubuk, embrio ayam, plasenta, madu, royal jelly, kolostrum, makanan suplemen bergizi dari serbuk sari acapakali mengandung hormon seks yang relatif tinggi, dan ini juga menjadi penyebab umum dari pubertas prekoks.

4. Makanan yang digoreng

Terutama ayam goreng, kentang goreng dan keripik kentang, kalori yang berlebihan akan diubah menjadi lemak berlebih dalam tubuh anak-anak, sehingga memicu gangguan endokrin, dan menyebabkan pubertas prekoks.

Selain itu, minyak makan yang sering digunakan secara berulang, menyebabkan perubahan pada sifat oksidasinya dibawah suhu tinggi, ini juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan pubertas dini pada anak-anak.

Anak-anak yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari dua kali seminggu, dan sering konsumsi makanan yang digoreng, maka kemungkinan pubertas dininya akan meningkat 2.5 kali dari anak-anak normal lainnya.

5. Larutan oral tertentu untuk anak-anak.

Larutan oral dan suplemen yang banyak diiklankan untuk “meningkatkan pertumbuhan atau nafsu makan anak-anak yang dipajang berjejer di supermarket, sebagian besar mengandung hormone terkait.

Hormon-hormon ini menyebabkan anak-anak tumbuh tinggi dan besar dibanding anak seusianya, dan usia tulangnya mungkin telah mencapai 8 atau 10 tahun.

Namun, pertumbuhannya berhenti setelah anak bersangkutan memasuki tahap pertumbuhan normal.

Selain itu juga ada beberapa produk perawatan kesehatan, bubuk protein, obat-obatan suplemen atau produk perawatan kesehatan lainnya, tidak tertutup kemungkinan juga dapat menyebabkan pubertas prekoks.

6. Paparan cahaya berlebihan

Paparan cahaya berlebihan adalah salah satu yang menyebabkan pubertas dini pada anak-anak, terutama paparan cahaya di malam hari yang dapat mempengaruhi organ-organ endokrin dalam otak.

Selain faktor nutrisi, faktor lingkungan sosial dan keluarga juga menjadi salah satu penyebab cepatnya menstruasi pada anak.

Misalnya, paparan internet, game online, tv, dan majalah bisa memicu tumbuhnya hormon seksual pada anak.

Ditambah lagi, jika anak-anak yang tidak mendapatkan pendampingan orang tua dan kurangnya edukasi mengenai pendidikan seksual, anak akan terperangkap dalam gaya hidup dan pergaulan yang bebas.

Perlu diingat pula pada fase pubertas, anak-anak mulai menyukai lawan jenis. Ketika seorang anak sudah mengalami menstruasi, sangat penting untuk seorang ibu memberikan pendidikan seksual dan bagaimana menjaga kesehatan reproduksi.

Pubertas dini, lanjut Aman, tidak boleh dibiarkan dan harus segera diobati karena ini adalah penyakit. Ia juga berpesan kepada para orangtua agar memberikan asupan yang sehat dengan cara mengenalkan makanan yang diolah alami seperti sayuran dan buah-buahan alami, dan mengurangi mengonsumsi makanan yang diproses.

Intinya, selama gizi anak mencukupi, itu juga sudah cukup, jadi jangan berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebih itu tidak baik, bukan hanya dari sisi makanan.

(joni/asr)

Sumber : how01.com

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular