Erabaru.net. Sekarang banyak ditemui orang-orang yang lahir di atas tahun 2000-an sudah menikah.

Banyak contoh remaja-remaja yang menikah dini pada usia puluhan tahun dan memiliki anak.

Bagi mereka yang pernah menonton film India berjudul “Dangal” mungkin masih ingat dengan sepenggal alur cerita seperti itu.

Dalam film drama keluarga ini, dua anak perempuan Mahavir menumpahkan uneg-unegnya dalam resepsi pernikahan temannya, mereka menceritakan dipaksa menjalani berbaga latihan fisik setiap hari oleh ayahnya.

Namun temannya justeru ikut curhat menceritakan kesedihan yang dialaminya, dirinya dipaksa menikah saat berumur 14 tahun.

Setelah itu, hari-hari yang akan dilewatiya setiap hari adalah mengurus anak, memasak atau mencuci pakaian dan pekerjaan rumah tangga. Menjalani hidup yang monoton setiap hari.

Dan situasi serupa juga terjadi di beberapa daerah terpencil di Tiongkok. Sebagian besar dari mereka sudah menikah pada usia limabelas atau enam belasan tahun.

Bagi banyak orang usia lima belas atau enam belasan tahun masih merupakan anak yang naïf, namun beberapa gadis belia justeru sudah menikah, membantu suami mengurus dan mendidik anak atau pekerjaan rumah tangga di rumah.

Padahal, dari sisi hukum, usia 16 tahun belum dewasa, dan belum sampai pada usia menikah.

Pernikahan dini pada anak perempuan pada dasarnya sudah menjadi seorang ibu dalam satu atau dua tahun mendatang, meskipun ia masih anak-anak, namun sudah harus memikul beban hidup keluarga, mulai mengurus anak-anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya.

Menjalani hidup yang monoton setiap hari seperti itu. Hidup sederhana tapi hambar.

Jika dihitung berdasarkan usia nikah dan tidak meleset, mereka yang menikah di usia belasan tahun itu sudah bisa menjadi nenek sekitar usia 33 tahun.

Sementara banyak yang masih single pada usia ini, dan orang-orang pun hanya bisa mendesah jika memang demikian adanya.

Fenomena nikah muda banyak terjadi di kampung-kampung atau daerah pedesaan, tapi saat ini tidak sedikit juga orang kota yang melakukan nikah muda.

Ada banyak alasan melakukan pernikahan dini tapi sebaiknya perempuan menghindari menikah di bawah usia 20 tahun.

Banyak alasan mengapa harus melakukan pernikahan dini, dan tidak sedikit pula remaja yang menjadi korban dari pernikahan dini tersebut.

Namun di balik itu semua, pernikahan dini dapat merugikan khususnya perempuan untuk calon bayinya. (jhn/rp)

woo22.com

Video Rekomendasi:

Orang yang Tidak Pernah Puas seperti Burung Gagak Hitam

Share

Video Popular