Erabaru.net. Suatu hari seorang guru dan muridnya pergi berjalan-jalan di dekat sebuah peternakan.

Ketika sedang berjalan, mereka melihat sepasang sepatu tua yang sobek, sepatu itu mungkin milik si petani miskin yang bekerja di peternakan itu.

“Pak Guru, bagaimana kalau kita sembunyikan sepatu ini dan menunggu petani itu datang?

Akan sangat menyenangkan melihat reaksinya saat ia tidak bisa menemukan sepatunya!”

“Nak, tidak baik bercanda sekejam itu pada orang miskin.Bapak punya ide yang lebih baik.

Bagaimana kalau kita taruh saja beberapa uang koin dalam sepatunya? dan bersembunyi di suatu tempat untuk melihat reaksi petani itu saat ia menemukan ada uang koin di dalam sepatunya yang sobek?”

Setelah beberapa lama, si petani menyelesaikan pekerjaannya dan muncul untuk mengambil sepatunya.

Saat ia menyelipkan kaki ke salah satu sepatunya, ia merasakan sesuatu yang keras, dan ketika ia memeriksa, ia menemukan uang koin! Lalu ia mulai melihat ke sana ke mari,siapa tahu ada orang yang sedang mencari uang koin tersebut, tapi ia tak melihat siapapun, jadi ia menyimpan uang koin tersebut di sakunya.

Lalu petani itu menyelipkan kakinya yang lain ke sepatu yang satunya lagi.

Ia kembali merasakan sesuatu yang keras dan ketika ia memeriksanya, ia menemukan beberapa uang koin lagi!

Melihat koin-koin tersebut, si petani pun terharu dan air matanya menetes.Ia melipat kedua tangannya dan menengadah ke langit dan berkata,

“Ya Tuhan, ribuan terima kasih kepada orang yang telah membantu saya saat sedang membutuhkannya.

Karena kebaikan dan bantuannya, sekarang saya bisa membeli obat untuk istri saya yang sedang sakit dan membeli roti untuk anak-anak saya yang lapar.”Mendengar kata-kata si petani itu, mata sang murid pun dipenuhi airmata.

Setelah petani miskin itu pergi, sang guru pun bertanya pada muridnya,“Sekarang jelaskan pada Bapak, apa yang membuatmu lebih bahagia?”

Menyembunyikan sepatunya atau menaruh uang koin itu di sepatunya?”Dengan airmata memenuhi matanya, sang murid menjawab,“Pak Guru, saya tak akan pernah melupakan pelajaran yang kau berikan hari ini.”

Sekarang saya mengerti arti dari kata-kata itu dan ” sukacita memberi itu jauh lebih baik daripada mengambil, itu sungguh tak terbatas,Terima kasih, Pak Guru!”

Alih-alih membuat masalah dengan orang lain, seharusnya kita mencoba untuk membantu orang lain kapanpun kita bisa karena memberi membawa kebahagiaan tidak hanya untuk mereka tapi juga untuk diri kita.

Sukacita Memberi jauh lebih baik daripada Mengambil.(eb)

Video Rekomendasi:

Anda Memilih Ranjang Pasien, Ranjang Yang Paling Mahal di Dunia atau ….

Share

Video Popular