Erabaru.net. Seekor unta tampak berjuang keras melewati padang pasir, sementara seekor lalat yang hinggap di atas punggungnya, dengan enaknya juga ikut melewati padang pasir tanpa perlu usaha keras.

Lalat itu menertawainya dan berkata, “Terima kasih Un-(Unta) atas kerja kerasmu membawaku sampai di sini. Selamat tinggal!”, sambil tersenyum puas.

Sementara itu, sang unta hanya melirik sekilas lalat itu dan berkata, “Saya sama sekali tidak tahu ketika kamu berada di punggungku. Kalau mau pergi juga tidak perlu menyapaku. Kamu sama sekali tidak berbobot, jadi jangan terlalu tinggi melihat dirimu sendiri, memangnya kamu pikir siapa kamu ?”

Suatu hari, ketika George Bernard Shaw – novelis, kritkus, esais dan orator asal Inggris sedang bersantai, dia pun mengobrol dan bermain dengan seorang gadis cilik yang tak dikenalnya.

Menjelang senja, Shaw berkata pada gadis cilik itu, : “Pulanglah dan beritahu ibumu kalau sepanjang sore tadi kamu bermain bersama paman Shaw.”

Tak disangka gadis cilik itu pun langsung membalasnya dengan sepatah kalimat yang sama : “Anda juga pulanglah dan beritahu ibu Anda, bahwa Anda telah bermain sepanjag sore dengan seorang gadis cilik bernama Mary.”

Belakangan, Shaw berkata pada orang-orang, bahwa seseorang, tidak boleh terlau tinggi melihat dirinya.

Lev Tolstoy, seorang penulis besar asal Rusia, pernah dikira seorang porter-(orang yang dibayar untuk membawa barang) oleh seorang wanita bangsawan, dan dengan senang hati Tolstoy membantu membawa barangnya, dan menerima satu rubel sebagai uang jasa.

Namun, muka wanita bangsawan ini seketika rmemerah saat mengetahui porter itu adalah Lev Tolstoy, dia mencoba mengambil kembali satu rubelnya, namun sambil tersenyum, Tolstoy berkata “Tidak, ini adalah uang keringat saya, yang sama pentingnya dengan royalti penulis.”

Benjamin Franklin yang dikenal sebagai ‘The Religious Life of a Founding Father’ oleh rakyat Amerika ini pernah mengunjungi seorang pria tua yang dihormati di masa mudanya.

Saat itu, dia yang masih belia dengan langkah besar dan sambil membusungkan dadanya memasuki pintu dan tanpa sengaja kepalanya membentur kusen pintu, dia pun meringis dan menggosok-gosok kepalanya sambil melihat pintu yang jauh lebih rendah dari tinggi badannya.

Sementara pria tua yang keluar menyambutnya tampak tertawa melihat mimiknya seperti itu, dan berkata : “Sakit ya! Tapi, kamu akan memetik hikmah dalam kunjunganmu hari ini. Seseorang, jika mau hidup aman-nyaman di dunia, harus selalu ingat : Tundukkanlah kepala disaat harus menundukkan kepala, inilah yang ingin saya ajarkan kepadamu.” Kata si pria tua tersenyum sambil menatap Franklin.

Sebenarnya, bobot seseorang, baik hina atau mulia itu tidak bisa kita tentukan sendiri stardarnya. Tenang dan sederhana, tidak menggembar-gemborkan itulah bobot utamanya.

Terlepas dari apa pun posisi/status Anda, kepergian Anda itu sedikit pun tidak penting. Siapa pun yang pergi, semua orang masih tetap hidup seperti biasa, dan banyak orang yang jauh lebih hebat (kaya, pintar dan semacamnya) dari Anda.

Jadi, jangan terlalu menggembar-gemborkan sesuatu, jangan juga angkuh dan semena-mena. Jangan berpikir bahwa Anda itu super hebat, tanpamu, Bumi masih berputar.

Setelah meninggalkan platform (panggung dunia) ini, Anda bukan apa-apa. Jadilah sosok orang yang sederhana.

Rui Chenggang, wartawan dan mantan penyiar CCTV yang ketika itu selalu dengan angkuh mengklaim dirinya sebagai “sahabat lama-nya” dari tokoh kaliber dunia seperti misalnya mantan Presiden AS Bill Clinton, mantan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger, mantan PM Jepang Naoto Kan dan mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd dan tokoh dunia lainnya.

Setiap tahun, dimana dalam Forum Ekonomi Davos selalu disebut sebagai “pertemuan Rui Chenggang dengan teman-temannya”. Namun, ketika Rui Chenggang dipenjara, “teman-teman lama” -nya dari seluruh dunia itu pun raib entah kemana.

Karena itu, pastikan Anda belajar mengenal diri sendiri, jangan terlalu tinggi melihat dirimu sendiri.

Seseorang boleh percaya diri, tetapi jangan congkak ; boleh saja liar/keras kepala, tetapi tidak boleh lancang semaunya ; boleh-boleh saja hidup sehat dan panjang umur, tetapi jangan bermimpi hidup kekal ; boleh-boleh saja mengubah arus (membalikkan suasana kritis menjadi aman), tetapi mustahil menciptakan langit dan bumi-memaksakan sesuatu yang mustahil.

Jangan menganggap diri Anda itu hebat. Dalam perjalanan hidup sementara dan singkat ini, Anda hanyalah musafir, tak lebih, dan dalam sejarah panjang umat manusia, bobot anda itu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan sebutir kerikil.

Sederhana, tidak memandang tinggi diri sendiri adalah suatu kultivasi diri, suatu sikap dan pencapaian yang luhur. Semoga tercerahkan.(jhn/yant)

Sumber: goez1.com//JHn

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular