Erabaru.net. Kementerian Kereta Api India mengatakan pada Minggu (8/04/2018) kecelakaan “mengerikan” hampir tidak dapat dihindari setelah 22 gerbong kereta yang membawa sekitar 1.000 penumpang menjadi terpisah dari lokomotif.

Gerbong kereta ini akhirnya melaju mundur sejauh bermil-mil sebelum berhasil dihentikan.

Gerbong kereta ini bergerak di negara bagian Odisha di bagian timur meluncur sejauh 12 kilometer (7 mil) sebelum dihentikan dengan bebatuan yang ditempatkan di rel kereta api oleh staf kereta api.

Seorang juru bicara divisi timur kementerian kereta api mengatakan tidak ada satu pun dari sekitar 1.000 penumpang terluka dalam insiden Sabtu malam.

Tetapi tujuh karyawan kereta api yang tidak mengikuti prosedur secara tepat telah ditangguhkan.

Atas insiden ini, penyelidikan digelar terkait gerbong kereta yang terpisah selama perjalanan dari negara bagian barat Gujarat ke Odisha.

Pihak berwenang percaya bahwa rem berfungsi ketika gerbong terlepas atau tersambung pada mesin, disalahgunakan atau diabaikan sama sekali, belum diketahui secara pasti.

“Sesuatu yang mengerikan bisa saja terjadi dan itu dihindari oleh staf yang waspada. Keamanan tidak dapat dikompromikan,” kata juru bicara JP Mishra.

Mishra kepada AFP menambahkan “banyak kepala kemungkinan akan bergulir”.

“Semua orang di kereta api (pelayanan) terperanjat dan kaget.”

Rekaman ponsel yang menyebar di sosmed menunjukkan gerbong yang melaju melewati landasan kereta api. Terlihat sejumlah orang-orang yang tak berdaya menjerit dan berteriak pada penumpang untuk menarik rem darurat kereta.

Lebih dari 22 juta penumpang berpergian setiap hari dengan 9.000 kereta di seluruh India.

Insiden ini baru saja melanda jaringan kereta yang berasal dari era kolonial.

13 November lalu, kereta ekspres di India utara, menewaskan tiga orang dan menyebabkan sembilan orang terluka.

Setahun sebelum itu, 146 orang tewas dalam bencana serupa.

Sebuah laporan pemerintah 2012 mengatakan hampir 15.000 orang tewas dalam berbagai sebab setiap tahun di jalur kereta api India. Kejadian ini digambarkan hilangnya nyawa sebagai “pembantaian” tahunan. (asr)

Sumber : tribune.com.pk

Share

Video Popular