Erabaru net. Seorang gadis yang belum menikah dari keluarga konservatif hamil pada usia 23 tahun.

Ayahnya melarangnya untuk menikah dengan bapak biologis anaknya yang mana ia seorang imigran muslim.

Gadis itu tidak punya pilihan lain selain membiarkan anaknya diadopsi.

Dan akhirnya gadis itu merelakan bayinya ketika ada keluarga kaya ingin membesarkannya. Tapi segalanya tidak sesuai yang direncanakan.

Pasangan kaya itu membatalkan rencananya pada detik-detik terakhir. Dan bayi itu diadopsi oleh keluarga blue collar (low (pendidikan rendah & skill rendah) berpenghasilan rendah.

Pasangan tersebut menyayangi dan merawat anak itu dengan perawatan terbaik sesuai batas kemampuannya.

Anak itu akhirnya bisa masuk sekolah bergengsi tetapi biayanya sangat mahal. Setelah 6 bulan anak itu drop out dari sekolah.

Karena orang tua asuhnya tidak sanggup lagi membayar biaya pendidikannya. Orang Tua asuhnya sangat sedih tapi mereka meyakinkan anak itu bahwa suatu kali ia akan menjadi sukses.

Walaupun tanpa gelar! Tahukan Anda Siapa pemuda itu?

STEVE JOBS

Seorang yang mempunyai visi terbesar di era modern. Dia mungkin tidak akan meraih cita-citanya jika dia tidak diadopsi.

Dan Apple mungkin tidak pernah ADA bila ia tidak drop out dari kuliah. Anda tidak akan bisa menghubungkan titik-titik (dots) untuk melihat kedepan.

Anda hanya bisa menghubungkannya untuk melihat ke belakang. Jadi Anda harus percaya bahwa titik-titik itu…

Akan bagaimanpun juga menghubungkan Anda pada masa depan Anda. Karena percaya bahwa titik itu akan menghubungkan suatu jalan.

Akan memberikan Anda rasa percaya diri untuk mengikuti hati Anda. Dan akan membuat segalanya berbeda.

Kisah Steve Jobs ini menasehatkan kita.

” Ada sebuah alasan untuk segala sesuatu dalam hidup ini, Anda bisa selalu mencamkan ini dalam pikiran Anda.” ( eb)

Video Rekomendasi:

Kisah Presiden Lincoln, Anak Pembuat Sepatu

Share

Video Popular