Erabaru.net.Sehari sebelum pernikahan, si gadis bertanya,”Katakan padaku dalam hatimu, apa artinya aku bagi dirimu?”

Dia berpikir sejenak, menatap matanya dan berkata,”Kamu adalah tulang rusukku.”
“Dalam Alkitab, dikatakan Eva diciptakan dari tulang rusuk Adam, hanya ketika pria itu menemukan tulang rusuknya yang hilang, perasaan sakit dalam hatinya baru akan berhenti.”

Pasangan itu kemudian menikah, selama tiga bulan pertama, mereka hidup begitu indah dan bahagia bersama….

Namun, perlahan hubungan mereka semakin renggang karena kesibukan dan tantangan dalam hidup sehari hari yang tiada berakhir. Kehidupan mereka berdua mulai terasa hambar.

Semua tantangan hidup yang keras mulai menggerogoti impian serta mengurangi rasa cinta di antara mereka. Mereka mulai sering bertengkar, semakin lama semakin parah.

Suatu hari, setelah bertengkar hebat, sang istri berlari keluar rumah. Dari seberang jalan, dia berteriak, “Kamu tidak mencintaiku lagi!

“Pria itu tidak bisa menerima sikapnya, dengan marah dia berteriak,
“Mungkin adalah kesalahan kita bersama! Kamu tidak akan menjadi tulang rusukku yang hilang lagi!” Sang istri tertegun, dia terpaku di sana.

Dia menyesali apa yang dia ucapkan, namun kata-kata itu tidak mungkin ditarik kembali
Dengan linangan air mata, sang istri pulang untuk mengemasi barang-barangnya, memutuskan bahwa mereka akan berpisah.

Sebelum pergi, istrinya berkatapadanya,“Jika aku bukan tulang rusukmu yang hilang, maka biarlah aku pergi.”Dengan begini tidak begitu sakit hati,kita berpisah dan mencari masa depan kita masing-masing.”

Lima tahun berlalu, si pria tidak pernah menikah lagi.

Dia berusaha menemukan gadis itu dan mencari tahu tentang kehidupannya. Dia menemukan bahwa gadis itu telah meninggalkan negaranya, menikah dengan orang lain dan sekali lagi bercerai. Setelah itu, si gadis kembali ke rumahnya.

Si pria merasa sedih karena dia tidak menunggunya. Dalam kegelapan malam yang sepi, dia merasakan sakit di hatinya.Dia tidak bisa berbohong, bahwa sesungguhnya dia merindukan gadis itu.

Suatu hari mereka bertemu di bandara.

“Bagaimana kabarmu?”, Suaranya gemetar,”Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Sudah menemukan rusukmu yang hilang? “Tidak …” jawabnya.

“Aku berangkat ke New York pada penerbangan berikutnya, tapi akan kembali 2 minggu lagi.”

“Telepon saya saat kamu kembali, aku akan ada di rumah saat itu … Aku sama sekali tidak berubah.”

Dengan senyum, si gadis berbalik dan melambaikan tangan,merasa untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama dia berada di tempat yang semestinya.

Satu minggu kemudian, si pria mendengar kabar tentang kematiannya.Kalender menunjukkan tanggal, 11 September 2001.Si gadis telah tewas di New York, dalam peristiwa yang mengejutkan dunia.

Sekali lagi, dalam kegelapan malam yang sepi, dia merasakan sakit yang sama di hatinya.Tapi kali ini dia tahu, itu untuk selama-lamanya.

Akhirnya dia menyadari bahwa gadis itu adalah tulang rusuknya yang hilang. Dan kali ini tidak ada obat untuk menyembuhkan rasa sakitnya.

Segala sesuatu terjadi setiap hari, banyak di antaranya berada di luar kendali kita.

Mari kita merangkul setiap momen dan menghargai setiap orang yang istimewa dalam hidup kita. Karena esok hari tidak akan pernah datang lagi.(eb)

 

Share

Video Popular