Erabaru.net. Abraham Lincoln adalah anak kedua dari sebuah keluarga petani di perbatasan Amerika Serikat.

Beliau adalah orang yang rendah hati.Saat Lincoln masih muda, beliau menggambarkan dirinya sebagai orang yang aneh tanpa teman dan tidak punya uang sepeser pun.

Pada tahun 1860, beliau memenangkan pemilihan presiden dengan mempromosikan kebijakan yang damai dan logis.Lincoln menjadi pemimpin Gedung Putih. Namun, beliau mendapat kritikan sengit.

Pihak oposisi berasal dari masyarakat kelas atas, yaitu aristokrat dan super kaya.Mereka selalu iri dan mencemooh Lincoln dan Beliau langsung dihadapkan dengan tantangan.

Pada hari pertama menjabat sebagai Presiden, tepat di pertengahan pidato agendanya, seorang pria berdiri.

“Tuan Lincoln, sebaiknya anda tidak lupa bahwa ayah anda biasanya membuat sepatu untuk keluarga saya.”

Semua hadirin di sana tertawa terbahak-bahak. Lincoln tetap tenang, menghentikan pidatonya dan dengan yakin menjawab: “Tuan, saya tahu bahwa ayah saya biasa membuat sepatu di rumah anda untuk keluarga anda, dan demikian juga untuk banyak dari para hadirin di sini, karena tiada seorang pun yang dapat meniru cara beliau membuat sepatu.”

Saya ingin bertanya kepada anda apakah ada keluhan lain? Karena saya tahu cara membuat sepatu, maka jika anda ada keluhan, saya dapat membuat sepasang sepatu untuk anda.

Saya bangga dengan ayah saya. Beliau adalah seorang yang jenius dan pencipta yang hebat.

Seluruh anggota Senat terdiam terpana. Lincoln disarankan untuk melakukan tindakan balasan terhadap para pesaingnya, namun Lincoln berkata: “Apakah saya tidak menghancurkan musuh saya saat saya menjadikannya sebagai teman?”

Jadi apa rahasia Lincoln untuk menjadi seorang pria berpikiran mulia? Jawabannya adalah; “Sabar.”

“Seorang penyabar bukan berarti ia adalah orang yang lemah.”

“Bersabarlah untuk melakukan hal-hal kecil, anda akan tetap tenang dan berkepala dingin.”

“Tetap tenang dapat memurnikan pikiran anda. Merenung apa yang terjadi dalam hidup anda, berarti anda benar-benar memahami hukum alam semesta.”

“Umat ​​Buddha percaya bahwa “Sabar” adalah satu dari tiga karakter moral terpenting dalam kehidupan seseorang.”

“Anda tidak dapat mencapai kesuksesan tanpa kesabaran.” (eb)

 

Share

Video Popular