- Erabaru - http://www.erabaru.net -

8 Tanda Tubuh Anda Mungkin Kekurangan Protein

Erabaru.net. Semua orang tahu bahwa protein memainkan peranan penting dalam memastikan tubuh berfungsi dengan baik. Jika Anda kekurangan protein, tubuh akan menerima konsekuensinya.

Studi ini menemukan bahwa 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami kekurangan protein. Jumlahnya meliputi kawasan Afrika Tengah dan Asia Selatan dengan 30% anak-anak mengalami masalah kekurangan protein.

Bagaimana Anda bisa mengetahui tubuh Anda kurangnya protein? Di bawah ini adalah tanda dan gejala yang dapat dikaitkan dengan kurangnya asupan protein.

# 8 Selalu merasa lapar

[1]
(Foto : depositphotos)

Anda selalu merasa lapar dan selalu menginginkan berbagai macam makanan dan camilan. Ini mungkin karena Anda mengonsumsi makanan dengan kandungan protein rendah tetapi tinggi kalori, karbohidrat, dan gula.

# 7 Nyeri pada otot dan persendian

[2]
(Foto : depositphotos)

Penyimpanan protein terbesar dalam tubuh ada di bagian otot. Ketika otot dan persendian lemah dan tak bernyawa, ini berarti Anda kekurangan protein.

Studi telah menemukan bahwa masalah ini sering terjadi pada orang tua. Oleh karena itu, protein adalah nutrisi terpenting dalam pertumbuhan dan pemulihan otot.

# 6 Masalah kulit dan kuku

[3]
(Foto : Shutterstock)

Kekurangan protein akan menyebabkan bagian kuku Anda menjadi lemah dan tampaknya tidak rata dan licin dengan kadang-kadang bintik-bintik putih dan pucat di daerah kuku.

Bagian kulit juga terpengaruh. Ketika protein disediakan cukup, itu membentuk sel kulit baru. Jika Anda kekurangan protein, Anda akan menemukan kulit kering, terkelupas dan pecah-pecah.

# 5 Masalah kerontokan rambut

[4]
(Foto: depositphotos)

Rambut Anda terdiri dari 90% protein yang dikenal sebagai keratin. Jika tubuh Anda tidak memiliki kandungan protein yang cukup, rambut Anda akan menjadi tipis dan warnanya tak bercahaya. Ini karena tubuh telah berhenti menggunakan protein sebagai bahan utama dalam pasokan rambut yang sehat.

# 4 Hati berlemak

[5]
(Foto: depositphotos)

Hati berlemak adalah gejala umum kekurangan protein dalam tubuh dan jika tidak diobati, itu menyebabkan perlemakan hati, peradangan, jaringan parut dan kegagalan hati.

# 3 Peningkatan risiko tulang rapuh dan retak

[6]
(Foto: Shutterstock)

Seperti halnya otot, kekurangan protein juga dapat memengaruhi pembentukan tulang yang kuat. Jika nutrisi protein menurun, tulang akan menjadi lemah dan rapuh sehingga dapat menyebabkan risiko tulang retak dan patah. Ini karena protein dibutuhkan dalam penyerapan kalsium dan membantu metabolisme tulang.

# 2 Gangguan tidur

[7]
(Foto: Shutterstock)

Jika Anda memiliki masalah dengan waktu tidur yang tidak pasti, itu adalah tanda kekurangan protein. Kandungan protein dalam makanan yang kita makan bertindak sebagai bahan penghambat triptofan, asam amino yang menyebabkan kantuk. Ini menunjukkan kita perlu makan kandungan protein tinggi beberapa jam sebelum tidur untuk tidur yang berkualitas baik.

# 1 Menurunya fungsi otak

[8]
(Foto: Shutterstock)

Asupan protein yang cukup dalam makanan diperlukan untuk mendukung fungsi otak berfungsi dengan baik. Jika Anda mengalami kurangnya motivasi, memori yang buruk dan kurang konsentrasi dalam mempelajari hal-hal baru, itu adalah tanda bahwa Anda kekurangan protein.

Jadi pastikan untuk mengonsumsi cukup protein setiap hari. Berdasarkan studi USDA, asupan orang dewasa yang disarankan adalah 56 gram per hari untuk pria dan 46 gram per hari untuk wanita. Untuk anak-anak, jumlah yang disarankan berkisar antara 19 gram hingga 34 gram sesuai dengan persyaratan usia. Asupan protein juga akan berbeda jika Anda hamil atau sakit.(yant)

Sumber: erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: