Erabaru.net. Setelah mengetahui istrinya menderita gangguan mental, sang suami segera mengusir istri dan bayi kecilnya keluar dari rumah mereka.

Wanita malang itu dengan putus asa memohon kepada suaminya,”Jangan …, tolong, tolong, jagalah bayi kita.”

Tetapi sang suami dengan dingin menjawab: “Tidak! Pergi dan bawa anak itu! ”
“Anak yang dilahirkan oleh orang gila adalah iblis, tidak berguna.”

Akhirnya, wanita itu dan putranya tinggal di gang belakang yang kotor dekat perkampungan kumuh.
Setiap hari, si ibu pergi mencari makanan basi di tumpukan sampah di pinggir jalan sebagai makanannya dan bayinya.

Anak itu tidak punya pakaian dan diliputi debu. Orang-orang berjalan melewati mereka setiap hari.
Ada yang memandang mereka dengan iba, ada yang memberinya sisa makanan, tetapi sebagian besar orang tidak peduli dengan keberadaan mereka.

Suatu hari, pasangan suami istri yang tidak mempunyai anak mendengar kisah wanita itu, dan memberitahunya bahwa mereka ingin mengadopsi bayinya. Wanita itu melihat pasangan itu dengan gemetar ketakutan dan berkata,“Jangan bawa dia pergi dariku. Ia membutuhkanku… ”

Saat itu pasangan itu menyadari …bahwa bayi itu tidur nyenyak dalam pelukan ibunya…
seolah jauh sebelum lahir, ia sudah tahu tidak peduli apa yang akan terjadi, ibunya akan selalu ada di sisinya untuk merawatnya.

Sambil berlinang air mata, sang istri berpikir, “Meski sakit dan miskin, wanita ini
masih menghargai setiap momen dengan anaknya dan merawatnya,” jadi ia berkata pada suaminya, “Kita harus melakukan sesuatu.”Sang suami tersenyum dan setuju.

Lalu pasangan itu menempatkan kisah wanita itu di Internet, dan hanya dalam dua minggu,
mereka berhasil mengumpulkan 30.000 dolar untuk ibu dan putranya, suatu keajaiban yang telah mengakhiri penderitaan mereka.

“Bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan,memiliki makanan, pakaian bersih, dan rumah tempat aku dan bayiku berlindung. Aku akan berterima kasih untuk ini selamanya,” kata sang ibu sambil menangis.

Tiada yang sekuat cinta seorang ibu, dan tiada yang menyembuhkan seperti jiwa seorang anak,
jadi sebelum terlambat, peluklah ibumu, katakan padanya bahwa kamu mencintainya, dan biarkan ia tahu bahwa Cintanya Tanpa Syarat adalah sangat memadai.

Dan ingatlah bahwa semua Hadiah yang ditawarkan dalam kehidupan, “Seorang Ibu yang Penuh Kasih adalah HADIAH yang terbesar.”(eb)

Video Rekomendasi:

Seorang Ibu Mengadopsi Anak Penderita Sindroma Down

Share

Video Popular