Erabaru.net. Berhasil menawar sesuatu yang dibeli adalah prilaku yang dibanggakan oleh banyak orang, entah itu tawar menawar saat membeli rumah atau kelapa muda di pinggir jalan.

Suatu hari, seorang pria kaya ingin membeli buah kelapa di pinggir jalan, dan terjadi tawar menawar yang cukup lama dengan pedagang, akhirnya bukan saja tidak membeli, orang kaya ini malah mencaci-maki pedagang itu.

Namun, ketika pedagang melihat orang kaya itu membeli minuman yang lebih mahal daripada air kelapa, dia pun mengucapkan sepatah kata yang membuat orang kaya itu tertegun diam.

Pak, kelapa kami langsung dipetik dari pohonnya, dijamin manis segar ! Sangat murah, satu biji hanya 30 rupee (sekitar 6.300 rupiah).

Kelapa ini 30 rupee? Apa gak salah, bisa lebih murah lagi, 15 rupee ya ? (Dasar orang kaya tak tahu diri, sekali tawar langsung setengahnya).

Aduh pak, jangan gitu dong. Sejak dari pagi saya berdiri di sini, di bawah terik Matahari, istri dan anak-anak saya di rumah sedang menunggu hasil penjualanku. Modal saya saja lebih dari 15 rupee, belum lagi biaya lainnya, bagaimana saya harus menghidupi keluarga kalau Anda menawarnya sampai 15 rupee. (20 menit kemudian…).

“ Hmm…halo bapak yang berbaju merah,” sapa pedagang pada pria kaya itu.

“Pak, berapa harga minuman yang bapak beli ini? Dan berapa harga yang berhasil bapak tawar ?” tanya pedagang kelapa.

“Kamu gila ya, ini kan minuman bermerk, sebotol 35 rupee, harganya kan tidak boleh ditawar !” Jawab pria kaya itu.

“WoW, Tuan, dari pemilik toko yang kaya itu, Anda tidak menawar sepersen pun, tapi dari pedagang miskin seperti kami ini, Anda bisa begitu teganya langsung menawar sampai15 rupee,” kata pedagang itu, orang kaya itu pun tertegun diam tak bisa menyahut!

Biasanya saat membeli sesuatu kita akan tawar menawar dulu dengan pedagang kaki lima yang menjajakan dagagannya di bawah terik Matahari, tapi tidak akan tawar-menawar dengan pedagang berduit di pusat perbelanjaan atau restoran, kenapa ?

Ketahuilah, uang sisa dari hasil tawar-menawar yang dibayar dengan harga rendah pada pendapatan orang miskin itu sama sekali tidak layak bagi Anda.

Dan mengapa kita harus berkeluh kesah tentang kemiskinan? Asal tahu saja, ketika Anda menekan/menindas orang-orang miskin, uang yang tidak seberapa itulah sedikit pendapatan bagi mereka untuk memberi makan sekeluarga.

Orang yang kuat – berkuasa dan punya nurani kemanusiaan tidak akan menindas orang lain, sebaliknya mereka hanya akan memberikan perhatian dan membantu orang lain.

Segala yang kita lakukan untuk diri kita sendiri itu akan lenyap seiring dengan kematian kita, tetapi apa yang kita lakukan untuk orang lain itu akan abadi. Terkadang, janganlah karena setitik keegoisan pribadi lantas membuat para petani sulit bernapas – tidak bisa melanjutkan hidupnya.(jhn/yant)

Sumber: dev.ebcbuzz.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular