Erabaru.net. Ruang persalinan adalah tempat yang sakral untuk kelahiran sebuah kehidupan, dan bisa menjadi saksi hangat atau kegembiraan manusia, sekaligus juga merupakan tempat yang merepotkan, karena anak-anak yang dilahirkan akan menyebabkan “masalah” bagi keluarga. Seperti misalnya suami-istri yang bergolongan darah O melahirkan anak golongan darah A, inilah masalah yang jelas akan merepotkan keluarga bersangkutan ?

Mona dan Adi adalah teman kuliah, setelah lulus dan kerja dua tahun mereka pun menikah, namun, hubungan mereka dengan bapak-ibu mertua biasa-biasa saja, meski tidak tinggal bersama, tapi tinggal di satu komplek pemukiman yang sama.

Ilustrasi.

Enam bulan setelah menikah, Mona pun hamil, namun, dia bersikeras untuk tetap bekerja seperti biasa.

Karena tuntutan pekerjaan, dia harus memakai make-up setiap kali berangkat kerja, dan karena hamil, Mona pun memakai lipstik tipis yang khusus diperuntukkan untuk orang hamil. Namun, ibu mertuanya selalu menggerutu Mona tidak tahu diri, sudah hamil masih saja memakai make-up.

Setelah kehamilannya memasuki usia delapan bulan, Mona berhenti kerja, istirahat di rumah sambil menanti persalinan.

Selama kehamilannya, Mona selalu memeriksa kehamilannya secara berkala dan semuanya berjalan lancar.

Perkembangan janinnya sangat baik, kondisi fisik Mona juga sehat, karena sering berjalan kaki ke kantor.

Saat persalinan, sekeluarga Mona dengan gembira ke rumah sakit menemani proses kelahiran anaknya.

Dan bukan main gembiranya sekeluarga Mona setelah bidan memberitahukan bahwa proses kelahiran anak Mona berjalan lancar. Mona melahirkan seorang anak laki-laki seberat 3.4 kg.

Salah seorang perawat melaporkan, bahwa golongan darah Mona adalah O. sementara golongan darah anaknya A, dan karena takut terjadi jaundice (perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir).

Perawat meminta anggota keluarga mengamati warna kulit anak dan segera laporkan jika warna kulitnya menjadi kuning.

Ibu mertua Mona yang mendengar keterangan perawat itu pun mengerutkan kening bingung dan berkata, “Golongan darah anakku O, menantu juga O, tapi kenapa golongan darah cucuku A”?

Mendengar perkataan ibu mertuanya, suasana pun tiba-tiba menjadi hening. Namun, hasil pemeriksaan memang seperti itu setelah perawat mengecek ulang.

Dan tiba-tiba saja mertua Mona seketika menampar Mona, anggota keluarga dan perawat berusaha menenangkan ibu mertua Mona yang tampak marah.

Adi, suami Mona kemudian memanggil suster rumah sakit, dia dan istri berikut anaknya kembali memeriksa darah masing-masing, dan hasilnya, golongan darah suami Mona adalah A bukan O, ibu mertua Mona pun tertegun mendengarnya.

Dia pun seketika berlutut mohon maaf pada Mona, menantunya. Ternyata ibu mertua Mona memiliki sejarah hitam, Adi, suami Mona ternyata bukan putra kandung ibu mertuanya.

Bagaimana jika menemui masalah seperti ini, apa yang sebaiknya dilakukan ? Apakah harus memaafkan tamparan ibu mertua ?

Dan bagaimana menurut teman-teman, seorang menantu perempuan yang baru melahirkan seorang anak laki-laki langsung ditampar karena salah paham ?(jhn/yant)

Sumber: sofiajo.orgs

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular