Erabaru.net. Ketika profesor masuk ke ruang kulia, dia melihat dua siswanya sedang bertengkar.

世界和平從你我做起

教授「這樣做」讓兩個爭吵的學生瞬間沈默了!

Posted by 美麗日報 Beauties of Life on Friday, December 1, 2017

Satu adalah siswa berkulit putih dan yang satunya berkulit hitam, Tampaknya mereka sedang memperdebatkan sesuatu.

Melihat pertengkaran itu, profesor meminta siswa lainnya untuk tenang dan menyuruh dua siswa yang bertengkar itu maju ke depan.

Profesor menyuruh mereka berdiri di sebelah kiri dan kanannya dalam posisi saling memunggungi, kemudian profesor mengambil sebuah bola dari bawah meja.

Lalu menyuruh mereka membalikkan badannya., lalu Sang Profesor bertanya kepada siswa kulit putih : “Apa warna bola ini?”

“Putih,” jawab siswa kulit putih.

Siswa kulit hitam bertanya: “Apakah Anda yakin?”

Kemudian profesor itu bertanya kepada siswa kulit hitam : “ Kalau kamu, warna apa yang kamu lihat ?”

Dengan nada yakin siswa kulit hitam menjawab :”Hitam, jelas bola itu warnanya hitam!”

Kemudian profesor berkata lagi : “Sekarang saya ingin kalian bertukar posisi.”

Setelah keduanya bertukar posisi.

Sang Profesor meminta mereka membalikkan badannya, Kemudian bertanya : “Apa warna bola yang kalian lihat sekarang?”

Saat itu, mereka saling berhadapan, tidak lagi saling mencaci maki.

Sang profesor meminta mereka kembali ke tempat duduk masing-masing.

Sebenarnya, bola itu setengahnya berwarna hitam dan separuhnya lagi putih.

Ketika dua siswa itu berdiri di tempat mereka hanya dapat melihat satu sisi warna bola yang menghadapnya, tapi tidak dapat melihat warna bola pada sisi lainnya

Dalam kehidupan sehari-hari kita kerap berpegang teguh pada pandangan mata kita saat menemui/mengalami sesuatu.

Kita selalu menganggap diri kita benar, lainnya salah. Ketika jawaban kita disangka, kita akan menjadi tidak senang dan jengkel.

Pada saat seperti ini, kita harus menarik napas dalam-dalam dan cobalah untuk berdiri di atas perspektif/pandangan orang lain.Mungkin hasilnya akan sangat jauh berbeda.

Jika Anda bisa memandang dari sudut pandang lain, Mungkin Anda akan mengerti dengan kesulitan orang lain. Sehingga dengan demikian, hubungan antar sesama pun bisa berlangsung rukun dan harmonis.(Jhn/yant)

(Sumber: BeautiesOfLife)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular