Erabaru.net. Sosok pria tertua di dunia, Masazo Nonaka telah menikmati berendam di mata air panas Jepang selama bertahun-tahun.

Pihak keluarga menyebut kebiasaannya itu mungkin membantu dirinya hidup lebih lama.

Keluarga kakek ini telah menjalankan penginapan mata air panas selama empat generasi.

Dia dinobatkan pada Selasa (10/04/2018) sebagai manusia tertua di dunia yang masih hidup pada usia 112 tahun, 259 hari.

Nonaka menerima sertifikat dari Guinness World Records dalam sebuah upacara di rumahnya di Ashoro, di pulau utama utara Jepang Hokkaido. Dia merayakannya dengan kue cake raksasa.

Pria tertua (via NHK)

Lahir pada 25 Juli 1905, Nonaka dibesarkan di sebuah keluarga besar dan menggantikan orangtuanya yang mengelola penginapan.

Penginapan berusia 105 tahun ini sekarang dijalankan oleh cucunya Yuko.

Dia secara rutin berendam di mata air dan menikmati makan manisan, terutama kue.

Nonaka, mengenakan topi rajut dan jaket bergaya kimono. Dia tersenyum dan berpose untuk foto bersama keluarganya.

Sertifikat dari Guinness World selaku pria tertua di dunia

Dia menggali kue setelah dipotong dan disajikan. “Lezat,” menurut televisi publik NHK.

Anggota keluarganya mengatakan Nonaka masih bisa bergerak sendirian di kursi roda.

Dia memiliki kebiasaan membaca koran setelah sarapan setiap pagi, dan suka menonton drama sumo gulat dan samurai di TV.

Tapi hobi favorit kakek ini adalah berendam di mata air panas dan bersantai.

Nonaka telah hidup lebih lama dari ketujuh saudaranya, serta istri dan dua dari lima anak mereka.

Guinness mengumumkan Nonaka menggantikan Francisco Olivera dari Spanyol, yang meninggal awal tahun ini pada usia 113, sebagai pria tertua di dunia.

Seorang wanita Jepang berusia 117 tahun, Nabi Tajima, yang saat ini merupakan orang tertua yang hidup di Jepang, diperkirakan akan dinobatkan sebagai orang tertua di dunia yang baru, menggantikan Violet Moss-Brown dari Jamaika, yang meninggal pada September lalu di usia 117. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular