Erabaru.net. Akhir pekan lalu, seorang ibu mengajak Dodo, putranya yang berumur 5 tahun jalan-jalan di pinggiran kota.

Malam itu sehabis makan dan mandi, Dodo berkata pada neneknya bahwa ada benjolan kecil di punggungnya. Neneknya pun melihat-lihat punggung cucunya dan berkata bahwa itu adalah benjolan biasa seperti tahi lalat.

Tak lama kemudian, Dodo ke kamar dan berkata kepada ibunya: “bu, nenek bilang ada tahi lalat di punggungku ya?”

Ibunya melihat, memang ada benjolan kecil, sekilas memang terlihat seperti tahi lalat, tapi kenapa tampak merah di sekitarnya, dan seperti terinfeksi sesuatu.

Ibunya melihat dengan lebih teliti dan terkejut sambil berseru, “Benjolan ini tampak hidup dan bergerak! Coba kalian lihat benda apa ini… “teriaknya pada suami dan ibunya (nenek Dodo).

Mereka pun melihat dengan cermat dan hampir pingsan.” Benjolannya tampak bergerak naik dan turun!

Nenek Dodo mencoba menarik benjolan kecil itu, tapi benda yang bergerak itu tampaknya telah merasuk ke dalam, dan tidak bisa dikeluarkan.

Ibu Dodo yang khawatir akan melukai Dodo karena menariknya secara paksa kemudian berkata : “Lebih baik bawa ke rumah sakit saja, jangan ditarik paksa!”

“Untung saja tidak kalian tarik secara paksa kutu itu, kalau tidak akibatnya tak terbayangkan,” kata dokter.

Ternyata “tahi lalat” hidup itu adalah caplak – sejenis kutu penghisap darah.

Kepala dan kaki kutu itu sudah merasuk ke dalam kulit. Kulit di sekitar ketiak Dodo telah terinfeksi dan bengkak. Jika tidak segera diketahui, kutu-caplak itu akan merasuk semakin dalam.

Kemudian, dokter mengangkat dan membuang bagian kulit anak yang terinfeksi. Dokter mengatakan bahwa jika hanya mencabut kutu itu akan menyebabkan infeksi, jadi tidak boleh ditarik keluar secara paksa.

Beberapa waktu lalu, seorang pria berusia 70 tahun digigit caplak yang bersembunyi di tanaman liar.

Kemudian, kakek itu mengalami gejala demam, lemah dan gejala lainnya dan akhrinya koma.

Sebelumnya, seorang wanita mengalami infeksi setelah digigit caplak saat mendaki gunung dan kini masih kritis.Musim panas tahun lalu, seorang pria mengalami gejala demam tinggi setelah digigit caplak dan tewas 10 hari kemudian !

Dalam beberapa tahun terakhir, rata-rata ada kasus terinfeksi atau kematian yang disebabkan oleh gigitan caplak….

Secara umum, caplak seperti biji wijen atau butiran padi besarnya, suka hinggap di kulit kepala, pinggang, ketiak, pergelangan kaki atau tempat yang relatif tersembunyi.

Dia akan membesar seukuran kacang kedelai setelah kenyang menghisap darah, dan lebih mengerikan lagi, caplak ini akan merasuk ke dalam tubuh setelah menghisap darah, dan sulit untuk mencabutnya.

Ereknya dapat menyebabkan dermatitis, kelumpuhan otot, bahkan juga bisa menyebarkan banyak penyakit, dan kematian.

Caplak adalah parasit yang menakutkan

Caplak memiliki indra penciuman yang sangat sensitif, sensitif terhadap bau keringat dan karbon dioksida, dapat mencium bau manusia beberapa meter jauhnya.

Kawanan kutu ini suka memanjat daun setinggi 1 meter atau hinggap di atas rumput, dan akan merayap secara tiba-tiba ketika ada orang yang lewat untuk menghisap darah.

Setiap musim panas, adalah puncaknya penyakit akibat gigitan caplak, dihimbau kepada orangtua yang memiliki anak-anak di rumah sebaiknya waspada.

Bagaimana penangan yang tepat apabila Anak-anak digigit caplak ?

Jika tanpa sengaja digigit caplak, jangan sekali-kali menariknya keluar dengan penjepit atau gunting kuku, atau memencetnya dengan jari tangan, karena dalam tubuhnya mengandung virus, yang dapat menyebabkan keluarnya cairan beracun apabila mencabutnya secara langsung, menyebabkan kulit menjadi terinfeksi atau membusuk, bahkan bisa menyebabkan keracunan tubuh dan demam, atau sakit kepala.

Ada caplak yang membawa virus yang menular. Cara yang ilmiah adalah lumuri caplak dengan alkohol, agar kepalanya mengendur atau membuatnya mati, atau sundut dengan api rokok, biarkan kepalanya keluar sendiri, kemudian gunakan penjepit untuk menariknya keluar dan jangan sentuh langsung dengan tangan.

Bagaimaan cara mencegah “caplak mematikan” di musim panas?

Baik orang dewasa atau anak-anak sebaiknya pakai celana dan baju lengan panjang saat bepergian, terutama di hamparan rumput terbuka, jangan memakai sandal, pakailah pakaian berwarna teran.

Jika Anda tidak mengenakan celana atau pakaian berlengan panjang, sebaiknya semprot dulu dengan cairan anti serangga sebelum bepergian (Tidak disarankan untuk anak-anak yang masih terlalu kecil).

Jauhi semak-semak atau pohon selama bepergian di hamparan rumput terbuka, apalagi berbaring di atas rerumputan.

Setelah berakhirnya aktivitas di luar rumah, sebaiknya periksa dulu sekujur badan anak-anak, terutama kulit kepala, pinggang, ketiak, selangkangan dan di bawah pergelangan kaki untuk memastikan mereka tidak digigit oleh caplak atau kutu lainnya.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular